Marta Permatasari Hulu
Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MIGRASI ETNIS PUNJAB SIKH KE KOTA MEDAN (1890-1950) : DIASPORA IDENTITAS DAN INTEGRASI SOSIAL Marta Permatasari Hulu; Surya Aymanda Nababan; Muhammad Ricky Hardiyansyah
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/1rpvhj38

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah migrasi etnis Punjab beragama Sikh dan pembentukan komunitas Sikh di Kota Medan pada periode 1890–1950. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui studi arsip, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Migrasi etnis Punjab beragama Sikh ke Kota Medan pada periode 1890–1950 merupakan bagian dari jaringan migrasi kolonial yang menghubungkan Punjab, Malaya, Singapura, dan Sumatra Timur. Migrasi ini didorong oleh kebutuhan tenaga keamanan dalam sistem perkebunan kolonial serta didukung oleh pola chain migration melalui jaringan keluarga dan komunitas. Perekrutan masyarakat Sikh dipengaruhi oleh konstruksi kolonial martial races yang memandang mereka sebagai kelompok yang disiplin, loyal, dan cocok untuk menjalankan fungsi keamanan dan pengawasan. Seiring meningkatnya jumlah migran yang menetap, terbentuk komunitas Sikh yang diperkuat oleh ikatan kekerabatan, agama, dan keberadaan gurdwara sebagai institusi diaspora. Gurdwara berperan penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pelestarian budaya, dan solidaritas sosial yang memungkinkan identitas Sikh tetap terjaga di tengah lingkungan multietnis Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Sikh berhasil mengembangkan pola integrasi yang memungkinkan mereka berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi tanpa kehilangan identitas budaya dan keagamaannya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa diaspora minoritas dapat mempertahankan identitas kolektifnya melalui institusi keagamaan dan jaringan sosial, sekaligus beradaptasi dengan masyarakat yang lebih luas. Secara historiografis, penelitian ini menegaskan bahwa komunitas Sikh merupakan bagian penting dalam pembentukan masyarakat multietnis Kota Medan. Temuan ini memperkaya kajian sejarah migrasi dan diaspora di Indonesia serta memberikan pemahaman mengenai peran kelompok migran minoritas dalam perkembangan masyarakat multikultural di Sumatra Timur. Kata Kunci: Migrasi, Punjab, Komunitas Sikh, Diaspora, Medan