Latar Belakang: Luka diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis Diabetes Melitus yang memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi, amputasi, hingga kematian apabila tidak ditangani secara optimal. Perawatan luka modern saat ini mulai memanfaatkan bahan alami yang memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan mampu mempercepat regenerasi jaringan, seperti Aloe vera dan madu. Kedua bahan tersebut mudah diperoleh, memiliki biaya yang relatif rendah, serta telah banyak digunakan sebagai terapi komplementer dalam penyembuhan luka kronis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perawatan luka menggunakan Aloe vera dan madu terhadap proses penyembuhan luka diabetik pada penderita Diabetes Melitus di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimen sederhana menggunakan dua kelompok perlakuan. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 10 responden kelompok Aloe vera dan 10 responden kelompok madu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses penyembuhan luka selama tujuh hari menggunakan lembar observasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test dengan tingkat signifikansi α=0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia ≥60 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (60%), berpendidikan SD (45%), dan bekerja sebagai wiraswasta (40%). Pada kelompok Aloe vera, sebanyak 70% responden menunjukkan proses regenerasi luka dalam waktu kurang dari tiga hari, sedangkan pada kelompok madu sebesar 60%. Hasil uji Independent t-test menunjukkan nilai p=0,000 (0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara efektivitas Aloe vera dan madu terhadap proses penyembuhan luka diabetik. Kesimpulan: Implementasi perawatan luka menggunakan Aloe vera dan madu sama-sama memberikan manfaat dalam mempercepat penyembuhan luka diabetik. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara kedua intervensi, sehingga keduanya dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan berbasis bukti.Kata Kunci: Aloe vera, madu, luka diabetik, diabetes melitus, penyembuhan luka