Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanganan Dermatofitosis Pada Kucing Persia: Studi Kasus: Treatment of Dermatophytosis in Persian Cats: A Case Study Rita Suzana; Azed Alfara
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 9 No. 1 (2026): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v9i1.120

Abstract

Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang sering terjadi pada kucing yang disebabkan oleh kapang dermatofita. Gejala klinis yang terlihat dari kucing Olive yaitu rasa gatal yang parah di hampir di seluruh bagian tubuh. Berdasarkan pemeriksaan klinik ditemukan kerak coklat kehitaman di hampir seluruh bagian tubuhnya dengan pola cincin yang merupakan gejala yang khas dari penyakit dermatofitosis. Tindakan yang dilakukan pertama kali yaitu pencukuran rambut dan selanjutnya dilakukan pengobatan terapi oral dan topikal. Terapi oral yaitu pemberian itraconazole dengan dosis 10 mg/kg/bb selama 7 hari dan terapi topikal yaitu pemberian salep racikan jamur dengan bahan ketoconazole dengan dosis 20 mg dan ditambahkan stem cell dengan pemberian 2 x sehari secara topikal.  Hasil dari pengobatan terapi oral dan topikal pada kucing Olive menunjukkan hasil yang baik dengan pelepasan kerak/keropeng dengan sendirinya di hampir seluruh bagian tubuhnya.
Edukasi Biosekuriti dan Pendampingan Vaksinasi sebagai Upaya Pencegahan PMK di Peternakan Rakyat Widia Safitri; Ade Meliala; Rita Suzana; Sedrisa Lidya Pertiwi; Sucia Fadillah; Nur Rahmi; Varhanno Khallifatull Khanh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/abdimas45.v5i1.7786

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tetap menjadi tantangan utama bagi sektor peternakan Indonesia karena penularannya yang tinggi dan dampak ekonomi yang besar terhadap produksi hewan. Penerapan langkah-langkah biosekuriti di tingkat peternakan kecil merupakan strategi kunci untuk mengurangi risiko penularan penyakit; namun, penerapannya masih terhambat oleh pengetahuan petani yang terbatas dan praktik pengelolaan yang tidak konsisten. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis petani dalam menerapkan langkah-langkah biosekuriti sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam program vaksinasi PK nasional di Nagari Suayan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam tiga fase berurutan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil program dinilai menggunakan daftar periksa observasi dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) untuk mengidentifikasi perubahan pengetahuan, persepsi, dan praktik pengelolaan peserta setelah intervensi. Temuan menunjukkan peningkatan kesadaran petani mengenai pencegahan PK, yang tercermin dalam praktik kebersihan kandang yang lebih baik, penyediaan fasilitas disinfeksi, pembatasan pergerakan hewan, dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat. Selain memperkuat kapasitas petani, program ini juga meningkatkan kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan komunitas pertanian, sehingga memberikan landasan bagi inisiatif pencegahan penyakit hewan berbasis komunitas yang berkelanjutan.