Muhammad Ravi
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PELAKSANAAN PROYEK PADA PERUSAHAAN JASA KONSULTASI TEKNIK Muhammad Ravi; Mentari Clara Dewanti
ECONOMOS Vol 6 No 02 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i02.2905

Abstract

Perusahaan jasa konsultansi geoteknik harus bekerja efisien tanpa menurunkan akurasi data teknis yang menjadi dasar perencanaan konstruksi. Tantangan bertambah karena dua lini operasional berjalan serentak dan saling bergantung, yaitu tim lapangan dan tim laboratorium. Penelitian ini mengkaji penerapan strategi manajemen operasional untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek di PKG-X, perusahaan konsultansi geoteknik nasional, dengan studi kasus Proyek Soil Investigation Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta. Peneliti memakai metode deskriptif kualitatif berbasis studi kasus tunggal. Data dihimpun lewat wawancara semi-terstruktur terhadap empat informan kunci, observasi partisipan selama lima bulan, dan analisis dokumen internal, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta divalidasi melalui triangulasi dan member checking. Temuan menunjukkan empat strategi yang saling menopang efisiensi, yakni perencanaan dan penjadwalan berbasis Gantt Chart dengan mekanisme transfer risiko (standby-rate), pengendalian mutu berlapis antara lapangan dan laboratorium yang terpisah jarak, pengelolaan SDM lapangan berbasis kompetensi disertai penyesuaian mobilisasi, serta manajemen logistik melalui penggabungan pengiriman antarproyek. Pada proyek yang dikaji, biaya realisasi sebesar Rp186,6 juta tercatat sekitar 8,8% lebih rendah daripada estimasi Rp204,65 juta, pekerjaan lapangan rampung sesuai kerangka jadwal, dan keluaran diterima klien melalui Berita Acara. Hambatan utama berupa antrean pengujian laboratorium tanpa sistem FIFO yang konsisten, birokrasi internal yang panjang, dan keterlambatan pengadaan akibat kebijakan tanpa stok. Penelitian ini menyarankan digitalisasi alur kerja dan pemantauan kinerja berbasis dashboard real-time.