Cybersecurity literacy has been extensively researched and supports the fact that technology users, generally teenagers, tend to lack a strong foundation of specialized knowledge about Cybersecurity. This Community Service activity, aimed at schools, was conducted using a blended-learning training method and interactive, practice-based educational methods. The resource persons who delivered the material in this activity focused on strengthening participants' fundamental knowledge in Cybersecurity and raising awareness of the importance of device security and early prevention of cyberattacks. This training also included simulation-based Technical Skills, or hands-on practice, in setting up smartphone devices and desktops, and browser applications, such as activating two-factor authentication (2FA), configuring content privacy settings, auditing third-party application permissions, and an introduction to suspicious link detection techniques on smartphone interfaces.Literasi keamanan siber (Cybersecurity) banyak diteliti dan mendukung bahwa pengguna teknologi umumnya remaja cenderung tidak memilki pondasi kuat terhadap pengetahuan khusus tentang keamanan siber. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang ditujukan kepada sekolah ini dilakukan dengan metode pelatihan blended learning dan juga menggunakan metode edukasi yang interaktif berbasis praktik. Narasumber yang menyampaikan materi pada kegiatan ini berfokus pada Penguatan fundamental pengetahuan peserta pada bidang keamanan siber serta fokus pada Kesadaran (awareness) pada pentingnya pengamanan perangkat dan pencegahan dini atas serangan siber (cyberattack). Pelatihan ini juga mencakup Kemampuan Teknis berbasis simulasi atau praktik langsung dalam melakukan pengaturan (setting) pada perangkat smartphone, desktop dan aplikasi browser seperti aktivasi fitur autentikasi dua faktor (2FA), pengaturan privasi konten, audit izin aplikasi pihak ketiga, dan pengenalan teknik deteksi tautan mencurigakan pada antarmuka smartphone