Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perlindungan Hukum Konsumen Dalam Transaksi E-Commerce Di Indonesia: Studi Kasus Pada Shopee Rovina Utari; Al Hafidz Islami; Muhammad Roofi Ardhatama; Budiarsih Budiarsih
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v10i1.6952

Abstract

Belanja online kini telah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, termasuk melalui platform Shopee yang terus mengalami pertumbuhan pengguna aktif. Namun di balik kemudahannya, konsumen sering menghadapi permasalahan seperti produk yang tidak sesuai dengan deskripsinya, penjual tidak bertanggung jawab, dan proses pengembalian dana yang rumit. Penelitian ini fokus untuk menganalisis penerapan perlindungan hukum konsumen dalam transaksi e-commerce di Shopee, mengidentifikasi kendala yang dialami, serta menjelaskan metode hukum yang dapat dilakukan konsumen ketika dirugikan. Metode yang digunakan adalah penelitian normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu ketentuan hukum nasional yang mengandung perlindungan hak konsumen, pengaturan transaksi dan informasi elektronik, serta pedoman penyelenggaraan sistem transaksi digital sebagaimana diatur dalam peraturan peraturan-undangan yang dikaitkan dengan kebijakan dan praktik di Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraturan yang ada sebenarnya sudah memadai, namun masih kalangan masyarakat sebagai konsumen yang kurang memiliki pemahaman terhadap hak-hak yang dimilikinya, kesulitan dalam pembuktian kerugian secara digital, serta mekanisme pengaduan yang belum optimal. Diperlukan peningkatan kesadaran hukum masyarakat, perbaikan sistem pengaduan pada platform , dan pengawasan lebih ketat dari pemerintah agar transaksi online dapat berlangsung secara aman dan berkeadilan.
Recommendations for Prosecution Policies Concerning Offenders with Mental Disabilities in Indonesia from a Victimological Perspective Amir Amir; Annisa Putri Amalia; budiarsih budiarsih
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 6 No. 5 (2026): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v6i5.3470

Abstract

The development of criminal law in Indonesia reflects a shift from a retributive approach toward a more humane and restorative justice-oriented approach, including in the treatment of offenders with mental disabilities. This study aims to analyze the forms of legal protection afforded to offenders with mental disabilities from a victimological perspective and to formulate more responsive prosecution policy recommendations. The research employed an empirical legal method with a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis involving police investigators, public prosecutors, forensic psychiatrists, academics, and disability advocacy institutions. The findings indicate that legal protection has been provided through the postponement of legal status determination pending psychiatric assessment, the use of forensic psychiatric examinations, the provision of reasonable accommodation, and the prioritization of rehabilitative measures over imprisonment. However, its implementation remains suboptimal due to the absence of standardized technical guidelines, limited mental health facilities, and the persistence of punitive orientations within the criminal justice system. From a victimological perspective, offenders with mental disabilities occupy a dual position as both offenders and victims who are vulnerable to secondary victimization. Therefore, prosecution policies should emphasize rehabilitative and therapeutic approaches, as well as the protection of the rights of persons with disabilities, in order to achieve substantive justice within Indonesia’s criminal justice system.