Rendahnya kemampuan literasi, numerasi, dan kreativitas anak masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan kemampuan literasi, numerasi, dan kreativitas anak di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat melalui program bimbingan belajar berbasis Participatory Action Research (PAR). Metode PAR diterapkan dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi bimbingan belajar literasi dan numerasi, pendampingan membaca Al-Qur'an, serta pengembangan kreativitas melalui kegiatan kerajinan tangan (origami). Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan motivasi belajar peserta, kemampuan membaca dan berhitung yang lebih baik, serta berkembangnya kreativitas melalui karya yang dihasilkan. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan orang tua turut menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung keberlanjutan program. Dengan demikian, pendekatan PAR yang mengintegrasikan literasi, numerasi, dan kreativitas mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Low levels of literacy, numeracy, and creativity among children remain significant challenges in improving the quality of primary education, particularly in rural areas. This community service program aimed to optimize children's literacy, numeracy, and creativity in Sei Limbat Village, Selesai District, Langkat Regency through a tutoring program based on Participatory Action Research (PAR). The PAR approach actively involved the community in all stages of the program, including needs assessment, planning, implementation, and evaluation. The activities included literacy and numeracy tutoring, Qur'an reading assistance, and creativity development through origami-based handicraft activities. The results indicated improvements in participants' learning motivation, reading and numeracy skills, and creativity as reflected in the products they created. Furthermore, the active involvement of parents and the local community contributed to creating a more supportive learning environment and strengthened the sustainability of the program. Therefore, the integration of literacy, numeracy, and creativity through the PAR approach can serve as a community empowerment model to support the improvement of primary education quality through collaboration between higher education institutions and the community.