Meki Pranata
Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Antihipertensi Jamu Hitenfit pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Galur Wistar yang Diinduksi Prednison dan NaCl 2,5% Muhammad Nurul Hasanudin; Huda Nur Arifin; Meki Pranata; Muhammad Alfian; Mochamad Luqni Maulana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40283

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jamu Hitenfit yang mengandung ekstrak daun salam, seledri, tempuyung, meniran, dan pegagan secara empiris digunakan sebagai antihipertensi, namun belum dievaluasi secara pra-klinis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas antihipertensi Jamu Hitenfit pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi hipertensi. Penelitian menggunakan rancangan pre-post test control design dengan enam kelompok. Hipertensi diinduksi menggunakan kombinasi prednison (18 mg/100 mL) dan NaCl 2,5% selama 7 hari. Kelompok perlakuan menerima Jamu Hitenfit dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB dua kali sehari selama 7 hari, sedangkan captopril digunakan sebagai kontrol positif. Tekanan darah diukur menggunakan Non-Invasive Blood Pressure CODA sebelum induksi, setelah induksi, dan setelah terapi. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan uji post-hoc LSD. Hasil menunjukkan bahwa induksi meningkatkan tekanan darah sistolik hingga 141–147 mmHg. Jamu Hitenfit secara signifikan menurunkan tekanan darah dibandingkan kontrol negatif (p<0,05), dengan penurunan sistolik sebesar 27,4%, 26,1%, dan 23,7% pada dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB. Efektivitas ketiga dosis tidak berbeda bermakna dibandingkan captopril (p>0,05). Jamu Hitenfit pada dosis 400, 800, dan 1200 mg/70 kgBB efektif menurunkan tekanan darah pada tikus hipertensi serta dosis 400 mg/70 kgBB sebagai dosis optimal.