Pricilia Rilyn Restifanny Marolly
Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh terhadap Profil Senyawa Kurkumin pada Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) di Desa Nunsaen Kabupaten Kupang Pricilia Rilyn Restifanny Marolly; Muntasir Muntasir; Nurul Fatmawati Pua Upa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.40336

Abstract

Kunyit (Curcuma longa L.) mengandung kurkumin sebagai senyawa bioaktif utama dengan berbagai aktivitas farmakologis. Kandungan kurkumin dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya ketiggian tempat tumbuh. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh ketinggian tanam terhadap profil senyawa kurkumin dan menentukan zona ketinggian yang menghasilkan kandungan kurkumin optimal pada rimpang kunyit. Desain penelitian observasional komparatif dengan pendekatan survei lapangan. Sampel adalah rimpang kunyit zona rendah (540,14 mdpl), zona menengah (689,53 mdpl) dan zona tinggi (871,19 mdpl). Metode analisis yang digunakan adalah TLC dan HPLC dengan detektor UV pada panjang gelombang 425 nm. Analisis data menggunakan uji One-Way ANOVA dan Tukey HSD. Hasil TLC diperoleh nilai Rf berkisar antara 0,88-0,94 mendekati standar (0,94). Hasil HPLC menunjukkan kandungan kurkumin tertinggi di zona tinggi (32,62 mg/g), zona menengah (21,84 mg/g) dan zona rendah (19,35 mg/g). Hasil uji One-Way ANOVA menemukan perbedaan signifikan. Uji Tukey HSD menemukan perbedaan signifikan antara zona tinggi dan zona rendah serta menengah, sedangkan zona rendah dan menengah tidak signifikan. Variasi ketinggian tempat tumbuh terbukti berpengaruh signifikan terhadap profil senyawa kurkumin pada rimpang kunyit di Desa Nunsaen, Kabupaten Kupang, di mana semakin tinggi lokasi penanaman, kadar kurkumin yang dihasilkan cenderung meningkat. Di antara tiga zona yang diteliti, zona tinggi (871,19 mdpl) terbukti menghasilkan kadar kurkumin paling tinggi dan optimal. Dataran tinggi di Desa Nunsaen direkomendasikan sebagai lokasi budidaya strategis untuk menghasilkan kunyit dengan kualitas bioaktif terbaik.