Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Penataan Zonasi Kawasan Wisata Berbasis Ekowisata Di Desa Karangan Kabupaten Enrekang Nurhakim Sabir; Juhana Said; Arinda Wahyuni
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.180

Abstract

Kawasan Wisata Karangan di Desa Karangan, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang memiliki potensi alam yang luar biasa berupa air terjun, hutan lumut, aliran Sungai Karangan, jalur arus jeram, kebun kopi, dan panorama pegunungan, namun belum dimanfaatkan secara optimal akibat minimnya fasilitas, belum adanya pembagian zonasi kawasan yang jelas, serta ketiadaan area parkir yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penataan zonasi kawasan wisata berbasis ekowisata di Desa Karangan, Kabupaten Enrekang sebagai upaya mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data berupa survei lapangan langsung ke Kawasan Wisata Karangan, persuratan kepada Dinas Pariwisata Provinsi sSulawesi Selatan, serta studi literatur dari berbagai sumber tertulis dan referensi proyek sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan wisata dibagi menjadi lima zona utama, yaitu zona penerima, zona wisata alam dan edukasi, zona hunian wisata berbasis masyarakat, zona konservasi, serta zona servis dan penunjang.Perancangan fasilitas kawasan menerapkan konsep arsitektur ramah lingkungan dengan mengadopsi rumah panggung khas budaya Sulawesi serta pemanfaatan material lokal seperti kayu, bambu, dan batu alam. Integrasi budaya lokal masyarakat Enrekang seperti arsitektur adat Duri, kuliner khas dangke dan kapurung, serta kesenian tradisional turut memperkuat identitas kawasan wisata. Pelibatan masyarakat lokal sebagai pengelola homestay, pemandu wisata, dan pelaku UMKM menjadi kunci keberlanjutan ekonomi kawasan. Strategi penataan zonasi ini terbukti mampu mengoptimalkan pemanfaatan ruang,meningkatkan kenyamanan pengunjung, melestarikan lingkungan dan budaya lokal, serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Desa Karangan secara berkelanjutan.