Proses pembelajaran mata kuliah Profesi Keguruan diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter Kompetensi Guru pada mahasiswa calon guru. Namun, pembelajaran saat ini masih dominan teoretis, berpusat pada dosen (teacher-centered), dan kurang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa sehingga nilai karakter hanya dipahami sebagai konsep kognitif, bukan pedoman perilaku sehari-hari. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi model pembelajaran pada materi kompetensi guru dalam mata kuliah Profesi Keguruan. Penelitian ini menerapkan desain interpretatif melalui pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 19 mahasiswa kelas Profesi Keguruan semester genap Program Studi PGMI UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu tiga kelompok beranggotakan 5 orang dan satu kelompok beranggotakan 4 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui tahap reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing pada materi kompetensi guru memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan nilai-nilai karakter mahasiswa. Pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman langsung ini memperkuat internalisasi nilai karakter yang berkaitan dengan empat kompetensi guru. Aktivitas bermain peran memungkinkan mahasiswa mengembangkan karakter profesional, kepribadian, sosial, dan pedagogik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna karena mahasiswa terlibat secara aktif, baik secara sosial maupun emosional.