Kepemimpinan transformasional menekankan kemampuan pemimpin membangun visi, menginspirasi, memperhatikan kebutuhan pengikut, serta mendorong perubahan kolektif. Dalam konteks Indonesia, salah satu praktik kepemimpinan yang memiliki kedekatan dengan karakter tersebut adalah blusukan, yaitu gaya kepemimpinan yang dilakukan melalui keterlibatan langsung pemimpin dengan masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis kepemimpinan transformasional berbasis blusukan dalam kaitannya dengan partisipasi masyarakat, kepercayaan publik, serta tata kelola berkelanjutan pada konteks perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan PRISMA yang diadaptasi. Sebanyak 39 dokumen awal diidentifikasi, 10 dokumen duplikat dikeluarkan, 29 dokumen unik disaring, dan 22 dokumen dinilai layak dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa blusukan dapat dipahami sebagai bentuk operasional kepemimpinan transformasional karena mempertemukan pemimpin dengan realitas sosial, memperkuat komunikasi langsung, dan mendorong responsivitas kebijakan. Namun, efektivitasnya bergantung pada tindak lanjut institusional. Dalam konteks perkotaan, blusukan perlu dikombinasikan dengan tata kelola digital dan sistem pengaduan publik. Dalam konteks pedesaan, blusukan lebih efektif ketika berakar pada nilai budaya, jaringan sosial, dan musyawarah lokal. Artikel ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis blusukan berpotensi memperkuat tata kelola berkelanjutan apabila diterapkan secara partisipatif, terukur, dan akuntabel.