Abstract: The Relationship Between Adherence to Iron Chelation Therapy and Quality of Life in Thalassemia Patients. Thalassemia is a hereditary anemia that requires regular blood transfusions and iron chelation therapy to prevent complications caused by iron overload. Adherence to iron chelation therapy remains a challenge and is thought to influence the quality of life of thalassemia patients. This study aimed to determine the relationship between adherence to iron chelation therapy and quality of life in thalassemia patients. This analytical observational study with a cross-sectional design was conducted at RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi from November to December 2025. The study subjects consisted of 54 thalassemia patients aged 2–18 years who underwent regular blood transfusions and iron chelation therapy. Adherence to iron chelation therapy was measured using the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), while quality of life was assessed using the Pediatric Quality of Life Inventory 4.0 (PedsQL 4.0). Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between adherence to iron chelation therapy and quality of life in thalassemia patients. Higher adherence was associated with better quality of life.Keywords : adherence, iron chelation therapy, quality of life, thalassemia, MMAS-8, PedsQL Abstrak: Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Kelasi Besi Dengan kualitas Hidup Pada Penderita Talasemia. Talasemia merupakan penyakit anemia herediter yang memerlukan transfusi darah rutin dan terapi kelasi besi untuk mencegah komplikasi akibat kelebihan zat besi. Kepatuhan terhadap terapi kelasi besi masih menjadi tantangan dan diduga berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita talasemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan obat kelasi besi dengan kualitas hidup pada penderita talasemia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada bulan November–Desember 2025. Subjek penelitian berjumlah 54 penderita talasemia usia 2–18 tahun yang menjalani transfusi darah rutin dan terapi kelasi besi. Kepatuhan penggunaan obat kelasi besi diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan Pediatric Quality of Life Inventory 4.0 (PedsQL 4.0). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan obat kelasi besi dengan kualitas hidup penderita talasemia. Kepatuhan yang lebih tinggi berkaitan dengan kualitas hidup yang lebih baik.Kata Kunci : Kepatuhan, Kelasi Besi, Kualitas Hidup, Talasemia, MMAS-8, PedsQL