Gangguan siklus menstruasi merupakan abnormalitas reproduksi yang marak dialami oleh mahasiswi dan siswi remaja akibat tingginya paparan tekanan psikologis selama menempuh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi melalui metode systematic review. Strategi pencarian artikel yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan menggunakan alur PRISMA pada lima database bereputasi, yaitu PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda, hingga diperoleh final sebanyak 10 artikel relevan dari berbagai negara untuk dianalisis. Mayoritas artikel yang ditinjau menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara tingkat stres akademik—yang dipicu oleh beban tugas menumpuk dan periode ujian—dengan berbagai variasi klinis gangguan menstruasi seperti dismenore, oligomenore, polimenore, amenore, pendarahan hebat, dan gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Mekanisme ini terjadi melalui aktivitas Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) axis yang memicu lonjakan kortisol sehingga mensupresi hormon reproduksi. Kendati demikian, manifestasi stres ini bersifat multifaktorial karena turut dipengaruhi oleh status nutrisi, pola tidur, dan koping individu. Simpulan utama penelitian membuktikan adanya keterkaitan kuat antara tingginya stres akademik dengan ketidakteraturan siklus menstruasi mahasiswi, sehingga diperlukan penyediaan sistem pendukung kesehatan mental institusional yang komprehensif.