Mahrita Mahrita
a:1:{s:5:"en_US";s:38:"Universitas Islam Negeri Palangka Raya";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Tata Krama Budaya Banjar Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Dan Pengaruhnya Terhadap Karakter Sopan Santun Siswa MTs Mahrita Mahrita; M. Ali Sibram Malisi; Abdullah; Fadhalla F F Balramman
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan 2026: JUST ACCEPTED MANUSCRIPT AND ARTICLE IN PRESS 2026
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2026.17(2).205-219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi tata krama budaya Banjar dalam pembelajaran Akidah Akhlak terhadap karakter sopan santun siswa MTs Hidayatul Muhajirin Palangka Raya, sebuah madrasah dengan latar budaya Banjar yang kuat di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental non-equivalent control group design. Data diperoleh dari 60 siswa kelas VIII yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (n = 32) dan kelompok kontrol (n = 28) melalui teknik total sampling dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik, kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam karakter sopan santun (p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan signifikan (p = 0,056). Uji Independent Sample t-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001) dengan Cohen's d = 0,970 yang termasuk kategori efek besar. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi tata krama budaya Banjar dalam pembelajaran Akidah Akhlak tidak hanya signifikan secara statistik tetapi juga memiliki dampak praktis yang kuat terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan pengelola madrasah untuk mengintegrasikan kearifan lokal yang berakar nilai Islam sebagai strategi pembelajaran karakter yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini juga merekomendasikan eksplorasi lanjutan terhadap penerapan model pembelajaran berbasis kearifan lokal Banjar pada mata pelajaran dan jenjang pendidikan lainnya.