Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Ruang Lingkup Geografi dalam Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye Samuel Natanael; Yessi Afrianita; Shania Maria; Ofa Adrina Uli Harefa; Ella Citra Denisa Br Ginting; Muhammad Anggie Januarsyah Daulay
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1703

Abstract

Karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk merepresentasikan realitas sosial, budaya, dan geografis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ruang geografis dalam novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye, sedangkan data berupa kutipan narasi dan dialog yang berkaitan dengan aspek ruang lingkup geografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan ruang geografis melalui tujuh aspek, yaitu geografi fisik, geografi budaya, geografi sosial, geografi regional, geografi penduduk, geografi ekonomi, dan geografi lingkungan. Sungai Kapuas direpresentasikan sebagai pusat kehidupan masyarakat Pontianak yang memengaruhi aktivitas sosial, budaya, ekonomi, serta pola interaksi masyarakat. Selain itu, novel juga menggambarkan keberagaman etnis, budaya lokal, kondisi lingkungan, dan karakteristik wilayah Kalimantan Barat secara realistis. Dengan demikian, novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai media representasi ruang geografis dan kehidupan sosial budaya masyarakat Kalimantan Barat. Literary works serve not only as a medium of entertainment but also as a means of representing the social, cultural, and geographical realities of society. This study aims to analyze the representation of geographical space in the novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. The data source was the novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, while the data consisted of narrative and dialogue excerpts related to scope of geoghraphy. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the novel represents geographical space through seven aspects: physical geography, cultural geography, social geography, regional geography, population geography, economic geography, and environmental geography. The Kapuas River is portrayed as the center of life for the people of Pontianak, influencing their social, cultural, and economic activities as well as patterns of interaction. Furthermore, the novel realistically depicts ethnic diversity, local culture, environmental conditions, and the regional characteristics of West Kalimantan. Therefore, Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah functions not only as a literary work but also as a medium for representing geographical space and the socio-cultural life of the people of West Kalimantan.