This Author published in this journals
All Journal Prima Eksakta
Arlindo Johanes Kami
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH ANTARA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Arlindo Johanes Kami; Doppy Roy Nendissa; Santhy Chamdra
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.8938

Abstract

Perubahan harga barang dan jasa yang tercermin dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat memengaruhi daya beli rumah tangga petani dan kesejahteraan petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tren IHK dan NTP serta menguji pengaruh IHK terhadap NTP di Provinsi Nusa Tenggara Timur selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder bulanan IHK dan NTP yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, analisis tren, korelasi Pearson, regresi linier sederhana, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP cenderung meningkat meskipun mengalami fluktuasi, sedangkan IHK meningkat hingga tahun 2023 dan relatif stabil pada tahun 2024. Hasil korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat lemah antara IHK dan NTP dengan koefisien korelasi sebesar 0,183. Namun, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi sebesar 0,166 (>0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,033 menunjukkan bahwa IHK hanya menjelaskan 3,3% variasi NTP. Dengan demikian, IHK belum berpengaruh signifikan terhadap NTP di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perubahan NTP diduga lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti harga komoditas pertanian, biaya produksi, kondisi cuaca, distribusi, dan kebijakan pertanian.