Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan layanan helpdesk BKN dalam mekanisme konsultasi ASN Suyulatudz Dzihan Bika Syekti Umar; Sufian Hamim; Raden Imam Al Hafis
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1284

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan layanan Helpdesk BKN dalam mekanisme konsultasi ASN di Kantor Regional XII BKN Pekanbaru menggunakan perspektif Information Technology Infrastructure Library (ITIL) 4 Service Desk. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi nonpartisipatif dan analisis dokumen laporan pelayanan, statistik konsultasi, serta data log sistem helpdesk BKN periode 2023-2025. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Helpdesk BKN telah menjalankan fungsi service desk sebagai single point of contact dalam proses penerimaan konsultasi, pengelolaan tiket layanan, koordinasi penyelesaian masalah, respons layanan, serta monitoring dan tindak lanjut konsultasi ASN. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan data sekunder berupa dokumen dan log sistem tanpa melibatkan persepsi langsung petugas maupun pengguna layanan, serta terbatas pada konteks satu kantor regional sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara hati-hati. Implikasi – Pemanfaatan sistem masih belum optimal karena terbatasnya sosialisasi, belum tersedianya panduan penggunaan, belum adanya standar operasional prosedur (SOP) yang terintegrasi, serta masih ditemukannya keterlambatan respons pada sebagian tiket konsultasi. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif ITIL 4 Service Desk untuk mengkaji layanan konsultasi kepegawaian berbasis tiket digital pada lingkup kantor regional, yang berbeda dari penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada implementasi SIASN, SAPK, atau MyASN maupun pada evaluasi service desk di unit teknologi informasi secara umum.
Dinamika implementasi transportasi berbasis aplikasi Maxride di Kota Pekanbaru: Analisis inovasi pelayanan publik dan kesiapan regulasi Rahmatul Syafitri Pribadi; Sufian Hamim; Raden Imam Al Hafis; Admiral Admiral
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 4 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1287

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika implementasi Maxride sebagai platform transportasi berbasis aplikasi yang menggunakan kendaraan roda tiga (bentor) di Kota Pekanbaru melalui perspektif collaborative governance dan kesiapan regulasi. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (literature review) dan analisis kebijakan (policy analysis). Data yang digunakan sepenuhnya merupakan data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal terindeks, dokumen regulasi transportasi nasional dan daerah, laporan pemerintah, serta pemberitaan media yang kredibel. Temuan – Maxride berpotensi mengisi celah layanan transportasi di kawasan permukiman padat dan gang sempit yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pengemudi bentor informal. Namun, implementasinya terhambat oleh ketidaksiapan regulasi yang terlihat dari ketiadaan klausul kendaraan roda tiga dalam UU No. 22/2009, kekosongan Peraturan Menteri Perhubungan, serta belum adanya Peraturan Wali Kota Pekanbaru. Faktor penghambat utama lainnya adalah ketiadaan platform collaborative governance yang terstruktur. Keterbatasan penelitian – Kajian ini sepenuhnya mengandalkan data sekunder dan belum didukung oleh pengumpulan data primer melalui observasi lapangan maupun wawancara langsung dengan para pemangku kepentingan. Selain itu, belum dilakukan analisis komparatif dengan inovasi transportasi lokal di daerah lain. Implikasi – Penelitian ini merekomendasikan penerbitan Peraturan Wali Kota Pekanbaru sebagai pedoman regulasi awal dan perlunya pembentukan forum kolaborasi multipihak untuk menyusun kebijakan yang adaptif. Kementerian Perhubungan juga disarankan untuk mengevaluasi regulasi transportasi berbasis aplikasi di tingkat nasional. Kebaruan – Kajian ini merupakan salah satu penelitian akademis pertama yang secara spesifik menganalisis Maxride sebagai fenomena inovasi transportasi roda tiga berbasis aplikasi dari perspektif administrasi publik dan collaborative governance di kota menengah Indonesia.