Penelitian ini mengkaji integrasi strategi resolusi konflik Rasul Paulus ke dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) kontemporer untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 16 tentang perdamaian dan keadilan. Menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis surat-surat Paulus kepada jemaat Korintus serta literatur terkait PAK dan SDG. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa strategi kunci Paulus dalam menangani konflik di Korintus, meliputi: penekanan pada kesatuan dalam keragaman, penggunaan otoritas apostolik secara bijaksana, pendekatan pastoral yang kontekstual, penekanan pada prinsip kasih, penggunaan retorika persuasif, dan dorongan aktif terhadap rekonsiliasi. Strategi-strategi ini menunjukkan relevansi signifikan dengan teori-teori resolusi konflik modern dan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum PAK melalui pengembangan modul berbasis Alkitab, pembelajaran experiential, dan integrasi isu-isu kontemporer. Penelitian menemukan keselarasan antara strategi PAK berbasis Paulus dengan SDG 16, khususnya dalam membangun institusi yang efektif dan akuntabel, mempromosikan keadilan, serta menciptakan masyarakat yang damai dan inklusif. Meskipun implementasinya menghadapi tantangan dalam kontekstualisasi dan integrasi ke sistem pendidikan nasional, pendekatan ini menawarkan kerangka kerja yang berharga untuk pengembangan PAK yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan berkelanjutan global. Kata kunci: Resolusi konflik, rasul paulus, pendidikan agama kristen, SDG 16, pembangunan berkelanjutan