Syari Yuliana
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MEMASANG JILBAB SEGI EMPAT MENGGUNAKAN VIDEO TUTORIAL PADA MURID DISABILITAS INTELEKTUAL SEDANG Nurmayati Ariefa Ilhami; Damri; Mega Iswari; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2154

Abstract

The ability to independently put on a square headscarf is a daily living skill that needs to be developed by students with moderate intellectual disabilities to support their self-care capabilities. This study aimed to describe the improvement in independence regarding putting on a square headscarf through the use of video tutorials for a 7th-grade student with a moderate intellectual disability at SLB Negeri 1 Ranah Pesisir, who initially required assistance to perform each step of the process sequentially and correctly. A quantitative approach was employed using a Single-Subject Research (SSR) experimental method with an A-B design. Data were collected through documentation, observation, and performance tests, then processed and analyzed using graph-assisted visual analysis techniques. The results showed that during the baseline condition (A), scores of 33%, 40%, and 40% were obtained, whereas in the intervention phase (B), scores increased to 46%, 53%, 60%, 73%, 86%, 86%, and 86%. These results indicate a gradual improvement following the intervention using video tutorials. This is evident from the student's ability, which initially ranged from 33% to 40% and subsequently rose to 86% during the intervention. The consistent score of 86% over the final three sessions indicates that the student's ability had stabilized and that they were capable of performing almost all steps of putting on the square headscarf independently. These findings demonstrate that the use of video tutorials can support the improvement of student independence in learning the skill of putting on a square headscarf in a gradual manner.   Kemamdirian memasang jilbab segi empat merupakan aspek kemampuan hidup sehari-hari yang perlu dikembangkan oleh murid disabilitas intelektual sedang untuk mendukung kemampuan mengurus diri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan kemandirian memasang jilbab segi empat melalui penggunaan video tutorial pada seorang murid disabilitas intelektual sedang kelas VII di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir yang masih memerlukan bantuan dalam melakukan setiap tahapan pemasangan secara berurutan dan benar . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen single subject research (SSR) berdesain A-B. Data penelitian dihimpun melalui dokumentasi, observasi, dan tes perbuatan, kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik analisis visual berbantuan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi baseline (A) diperoleh nilai 33%, 40%, dan 40%, dan pada fase intervensi (B) meningkat menjadi 46%, 53%, 60%, 73%, 86%, 86%, dan 86%. Berdasarkan hasil tersebut, mengalami peningkatan secara bertahap setelah diberikan intervensi menggunakan video tutorial. Hal ini terlihat dari kemampuan murid yang pada awalnya hanya berada pada rentang 33%-40%, kemudian meningkatkan hingga mencapai 86% pada intervensi. Persentase yang tetap mencapai 86% selama tiga pertemuan terakhir menunjukkan bahwa kemampuan murid sudah stabil dan mampu melakukan hampir seluruh tahapan memasang jilbab segi empat secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan video tutorial dapat mendukung peningkatan kemandirian murid dalam mempelajari keterampilan memasang jilbab segi empat secara bertahap.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK CERDAS ISTIMEWA DAN BAKAT ISTIMEWA Rahmi Fadhillah Ef; Nurhastuti; Elsa Efrina; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2172

Abstract

This study aimed to describe the teacher’s strategies for developing the potential of a student exhibiting characteristics of giftedness and talent at SD Negeri 08 Surau Gadang. The study employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving one fifth-grade teacher, one student exhibiting gifted and talented characteristics, and one principal. Data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The findings showed that the teacher developed the student’s potential through additional assignments, higher-order thinking questions, enrichment, peer tutoring, motivation, and socio-emotional support. Supporting factors included teacher experience, school support, and parental cooperation, while inhibiting factors included limited instructional time, general learning facilities, the absence of a specific program, and limited teacher training. These strategies were still practical but helped provide appropriate learning challenges in a regular classroom.   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan potensi peserta didik yang menunjukkan karakteristik Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) di SD Negeri 08 Surau Gadang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan satu guru kelas V, satu peserta didik yang menunjukkan karakteristik CIBI, dan satu kepala sekolah. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengembangkan potensi peserta didik melalui tugas tambahan, soal berpikir tingkat tinggi, pengayaan, tutor sebaya, motivasi, dan pendampingan sosial-emosional. Faktor pendukung meliputi pengalaman guru, dukungan sekolah, dan kerja sama orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, sarana umum, belum adanya program khusus, dan terbatasnya pelatihan guru. Strategi tersebut masih bersifat praktis, tetapi membantu peserta didik memperoleh tantangan belajar yang sesuai dalam kelas reguler.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBELANJAKAN UANG MELALUI MEDIA BOARD GAME PADA MURID HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Kelas VII SLB M Pauh IX Padang) Indah Purnama Tanjung; Mega Iswari; Zulmiyetri; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2185

Abstract

The ability to spend money is a crucial functional skill for students with mild intellectual disabilities, supporting their independence in daily life. However, observations indicate that these students still struggle with spending money specifically up to a limit of Rp10,000 when dealing with item prices, calculating total costs, making payments, and handling change. This study aimed to improve the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities using a board game as an instructional medium. The study employed the Single-Subject Research (SSR) method with an A-B-A design. Data were collected through observation and performance tests, then analyzed using within-condition and between-condition analyses. The results showed an improvement in money-spending skills after the subjects engaged in learning activities using the board game. The proficiency level was 33.3% during the initial baseline phase (A1), rose to 83.3% during the intervention phase (B), and remained at 83.3% during the final baseline phase (A2). These findings demonstrate that using a board game can enhance the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities by providing concrete, interactive learning experiences tailored to their learning characteristics.   Kemampuan membelanjakan uang merupakan salah satu keterampilan fungsional yang penting bagi murid hambatan intelektual ringan untuk mendukung kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa murid masih mengalami kesulitan dalam membelanjakan uang maksimal Rp10.000 berdasarkan harga barang, sesuai total biaya, pembayaran, dan melalui uang kembalian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membelanjakan uang melalui media board game pada murid hambatan intelektual ringan. Peneltian menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membelanjakan uang mengalami peningkatan setelah subjek memperoleh pembelajaran menggunakan media board game. Persentase kemampuan pada fase baselien (A1) sebesar 33,3%, kemudian meningkat selama fase intervensi (B) hingga mencapai 83,3% dan tetap bertahan pada fase baseline (A2) sebesar 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media board game dapat meningkatkan kemampuan membelanjakan uang pada murid hambatan intelektual ringan melalui pembelajaran yang konkret, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid.