Mega Iswari
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MEMASANG JILBAB SEGI EMPAT MENGGUNAKAN VIDEO TUTORIAL PADA MURID DISABILITAS INTELEKTUAL SEDANG Nurmayati Ariefa Ilhami; Damri; Mega Iswari; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2154

Abstract

The ability to independently put on a square headscarf is a daily living skill that needs to be developed by students with moderate intellectual disabilities to support their self-care capabilities. This study aimed to describe the improvement in independence regarding putting on a square headscarf through the use of video tutorials for a 7th-grade student with a moderate intellectual disability at SLB Negeri 1 Ranah Pesisir, who initially required assistance to perform each step of the process sequentially and correctly. A quantitative approach was employed using a Single-Subject Research (SSR) experimental method with an A-B design. Data were collected through documentation, observation, and performance tests, then processed and analyzed using graph-assisted visual analysis techniques. The results showed that during the baseline condition (A), scores of 33%, 40%, and 40% were obtained, whereas in the intervention phase (B), scores increased to 46%, 53%, 60%, 73%, 86%, 86%, and 86%. These results indicate a gradual improvement following the intervention using video tutorials. This is evident from the student's ability, which initially ranged from 33% to 40% and subsequently rose to 86% during the intervention. The consistent score of 86% over the final three sessions indicates that the student's ability had stabilized and that they were capable of performing almost all steps of putting on the square headscarf independently. These findings demonstrate that the use of video tutorials can support the improvement of student independence in learning the skill of putting on a square headscarf in a gradual manner.   Kemamdirian memasang jilbab segi empat merupakan aspek kemampuan hidup sehari-hari yang perlu dikembangkan oleh murid disabilitas intelektual sedang untuk mendukung kemampuan mengurus diri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan kemandirian memasang jilbab segi empat melalui penggunaan video tutorial pada seorang murid disabilitas intelektual sedang kelas VII di SLB Negeri 1 Ranah Pesisir yang masih memerlukan bantuan dalam melakukan setiap tahapan pemasangan secara berurutan dan benar . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen single subject research (SSR) berdesain A-B. Data penelitian dihimpun melalui dokumentasi, observasi, dan tes perbuatan, kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik analisis visual berbantuan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi baseline (A) diperoleh nilai 33%, 40%, dan 40%, dan pada fase intervensi (B) meningkat menjadi 46%, 53%, 60%, 73%, 86%, 86%, dan 86%. Berdasarkan hasil tersebut, mengalami peningkatan secara bertahap setelah diberikan intervensi menggunakan video tutorial. Hal ini terlihat dari kemampuan murid yang pada awalnya hanya berada pada rentang 33%-40%, kemudian meningkatkan hingga mencapai 86% pada intervensi. Persentase yang tetap mencapai 86% selama tiga pertemuan terakhir menunjukkan bahwa kemampuan murid sudah stabil dan mampu melakukan hampir seluruh tahapan memasang jilbab segi empat secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan video tutorial dapat mendukung peningkatan kemandirian murid dalam mempelajari keterampilan memasang jilbab segi empat secara bertahap.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA INTELLIGENCE STICK BAGI MURID DENGAN DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN Agita Hendini; Mega Iswari; Antoni Tsaputra; Yosa Yulia Nasri
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2166

Abstract

This study aimed to improve the subtraction skills of a sixth-grade student with a mild intellectual disability at SLBN 1 Payakumbuh in solving two-digit subtraction problems requiring the borrowing technique, utilizing "intelligence sticks" as a learning aid. The study was motivated by the student's limited ability to solve subtraction problems involving numbers up to 50 that required borrowing. A Single-Subject Research (SSR) method with an A-B design was employed; the baseline condition spanned three sessions, while the intervention condition lasted seven sessions. Data were subsequently analyzed using visual graphic analysis. The results demonstrated an improvement in the student's subtraction skills following the intervention with intelligence sticks, rising from a stable baseline of 42% to 88% by the end of the intervention phase. These findings indicate that students with mild intellectual disabilities benefit from learning experiences that are concrete, visual, repetitive, and participatory. Intelligence sticks can be considered an appropriate learning tool to support the teaching of subtraction with borrowing for students with mild intellectual disabilities. However, as this study involved only a single student, the findings cannot be generalized to the entire population of students with mild intellectual disabilities.   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pengurangan murid kelas VI dengan disabilitas intelektual ringan di SLBN 1 Payakumbuh dalam menyelesaikan soal pengurangan dua angka yang melibatkan teknik meminjam melalui penerapan media pembelajaran berupa intelligence stick (tongkat kecerdasan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pengurangan angka hingga 50 yang memerlukan teknik meminjam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single subject research (SSR) dengan desain A-B. kondisi baseline dilaksanakan selama tiga sesi, sedangkan kondisi intervensi dilaksanakan selama tujuh sesi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengurangan murid meningkat setelah intervensi menggunakan intelligence stick, dari kondisi baseline yang stabil di angka 42% menjadi 88% pada akhir fase intervensi. Hasil ini mengindikasikan bahwa murid dengan disabilitas intelektual ringan memperoleh manfaat dari pengalaman belajar yang bersifat konkret, visual, repetitive, dan partisipatif. Intelligence stick dapat dianggap sebagai alat bantu pembelajaran yang tepat untuk mendukung materi pengurangan dengan teknik meminjam bagi murid dengan disabilitas intelektual ringan. Namun, dikarenakan penelitian ini hanya melibatkan satu murid, akibatnya temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi siswa dengan disabilitas intelektual ringan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBELANJAKAN UANG MELALUI MEDIA BOARD GAME PADA MURID HAMBATAN INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Kelas VII SLB M Pauh IX Padang) Indah Purnama Tanjung; Mega Iswari; Zulmiyetri; Syari Yuliana
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2185

Abstract

The ability to spend money is a crucial functional skill for students with mild intellectual disabilities, supporting their independence in daily life. However, observations indicate that these students still struggle with spending money specifically up to a limit of Rp10,000 when dealing with item prices, calculating total costs, making payments, and handling change. This study aimed to improve the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities using a board game as an instructional medium. The study employed the Single-Subject Research (SSR) method with an A-B-A design. Data were collected through observation and performance tests, then analyzed using within-condition and between-condition analyses. The results showed an improvement in money-spending skills after the subjects engaged in learning activities using the board game. The proficiency level was 33.3% during the initial baseline phase (A1), rose to 83.3% during the intervention phase (B), and remained at 83.3% during the final baseline phase (A2). These findings demonstrate that using a board game can enhance the money-spending skills of students with mild intellectual disabilities by providing concrete, interactive learning experiences tailored to their learning characteristics.   Kemampuan membelanjakan uang merupakan salah satu keterampilan fungsional yang penting bagi murid hambatan intelektual ringan untuk mendukung kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa murid masih mengalami kesulitan dalam membelanjakan uang maksimal Rp10.000 berdasarkan harga barang, sesuai total biaya, pembayaran, dan melalui uang kembalian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membelanjakan uang melalui media board game pada murid hambatan intelektual ringan. Peneltian menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes perbuatan, kemudian dianalisis menggunakan analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan membelanjakan uang mengalami peningkatan setelah subjek memperoleh pembelajaran menggunakan media board game. Persentase kemampuan pada fase baselien (A1) sebesar 33,3%, kemudian meningkat selama fase intervensi (B) hingga mencapai 83,3% dan tetap bertahan pada fase baseline (A2) sebesar 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media board game dapat meningkatkan kemampuan membelanjakan uang pada murid hambatan intelektual ringan melalui pembelajaran yang konkret, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar murid.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PENJUMLAHAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN MOBIL HITUNG BAGI MURID DISABILITAS INTELEKTUAL RINGAN (Single Subject Research Di Kelas IV SLB Bina Bangsa) Sara Bensu; Mega Iswari; Zulmiyetri; Yosa Yulia Nasri; Rila Muspita
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2201

Abstract

Addition is one of the foundational math skills students with mild intellectual disabilities need before moving on to more advanced concepts. At SLB Bina Bangsa Padang, a student was observed struggling with addition problems involving numbers 1–10, answering only four out of ten questions correctly. This study set out to find whether a counting-car board could raise the addition ability of a fourth-grade student with mild intellectual disabilities at SLB Bina Bangsa Padang. The researchers took a quantitative approach through a Single Subject Research (SSR) A–B design, with one fourth-grade student with a mild intellectual disability as the participant. Data came from addition-skill tests given at each session and were then read visually, both within and across conditions. During baseline, the student's score held steady at 40%. Once the intervention began, scores climbed step by step On average, the student's ability rose from 40% to 76%, confirming that the counting-car board helped strengthen addition skills in a student with mild intellectual disabilities. Kemampuan berhitung penjumlahan menjadi fondasi matematis yang wajib dikuasai murid disabilitas intelektual ringan sebelum melangkah ke konsep matematika lanjutan. Hasil observasi di SLB Bina Bangsa Padang memperlihatkan seorang murid belum bisa mengerjakan soal penjumlahan bilangan 1–10 dengan baik — dari 10 soal yang diberikan, hanya empat yang terjawab benar. Penelitian ini menguji apakah media papan mobil hitung mampu mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan kelas IV SLB Bina Bangsa Padang. Peneliti memakai pendekatan kuantitatif melalui metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B. Subjeknya seorang murid kelas IV penyandang disabilitas intelektual ringan. Data diambil lewat tes kemampuan penjumlahan di setiap sesi pertemuan, lalu dibaca secara visual baik dalam satu kondisi maupun antar kondisi. Pada fase baseline, kemampuan subjek bertahan di angka 40%. Selama fase intervensi, angka ini naik bertahap. Rata-rata kemampuan subjek terangkat dari 40% menjadi 76%. Media papan mobil hitung terbukti efektif mendongkrak kemampuan penjumlahan bilangan 1–10 pada murid disabilitas intelektual ringan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI SPINNING WHEEL PADA MURID GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME Inayah Wulandari; Mega Iswari; Rahmahtrisilvia; Gaby Arnez
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2234

Abstract

This research was motivated by a problem encountered at SLBN 1 Payakumbuh, a second-grade student with autism spectrum disorder. The student was able to name the numbers 1 through 10, but still had difficulty naming the numbers 11 through 20. This study aimed to improve the ability of students with autism spectrum disorder to recognize number symbols using a spinning wheel. The method used was a Single Subject Research (SSR) experiment with an A-B design. The baseline condition (A) was conducted over three sessions, while the intervention condition (B) was conducted over seven sessions. The subjects were second-grade students with autism spectrum disorder at SLBN 1 Payakumbuh. Data were collected using observation sheets and analyzed visually through intra-condition and inter-condition analysis. The results of the study in the baseline condition (A), which was conducted over three sessions, showed stable results of 30%, 30%, and 30%. Furthermore, in the intervention condition (B), which was implemented over seven meetings, the percentages obtained were 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 80%, and 80%. In the intervention condition, there was a clear increase and the percentage of data overlap was 0%. Based on the results of the study, it shows that the use of spinning wheel media can improve the ability to recognize number symbols in students with autism spectrum disorders. Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang temukan di SLBN 1 Payakumbuh pada seorang murid dengan gangguan spektrum autisme kelas II. Murid tersebut telah mampu menyebutkan lambang bilangan 1 sampai 10, tetapi dalam menyebutkan lambang bilangan 11 sampai 20 masih mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan murid gangguan spektrum autisme dalam mengenal lambang bilangan dengan menggunakan media spinning wheel. Metode yang digunakan digunakan adalah eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Pada kondisi baseline (A) dilakukan dalam tiga pertemuan, sedangkan kondisi intervensi (B) dilaksanakan tujuh pertemuan. Subjek dalam ialah murid gangguan spektrum autisme kelas II di SLBN 1 Payakumbuh. Data yang dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara visual melalui analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian pada kondisi baseline (A) yang dilaksanakan tiga pertemuan dengan persentase 30%, 30%, 30% dengan hasil stabil. Selanjutnya pada kondisi intervensi (B) yang dilaksanakan tujuh pertemuan dengan memperoleh persentase 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 80%, 80%. Pada kondisi intervensi, terjadinya peningkatan yang jelas dan persentase overlap data yaitu 0%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media spinning wheel mampu meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada murid gangguan spektrum autisme.