Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Utilization of ZEP Quiz in Developing Students' Contextual Understanding of Fiqh Lu’luul Mukarromah; Nur Azizah Riska Ayu Astiani Mahmudah
Jurnal Penelitian Medan Agama Vol 17, No 2 (2026): JULY-DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58836/jpma.v17i2.30655

Abstract

Fikih learning plays a crucial role in developing students' understanding of Islamic jurisprudence and its application in everyday life. However, learning practices that remain predominantly theoretical and text oriented often hinder students from comprehending Fikih concepts within authentic real life contexts. This study aims to examine students' understanding of contextual Fikih through the utilization of ZEP Quiz, identify the factors contributing to the mismatch between conventional Fikih assessment models and the demands of digital era learning, and analyze the influence of ZEP Quiz based gamification on students' engagement. This research employed a qualitative approach using a case study design conducted at MAN 1 Situbondo, involving Fikih teachers and students as the research participants. Data were collected through classroom observations, semi structured interviews, and documentation, and were analyzed descriptively based on the instructional context. The findings indicate that ZEP Quiz facilitates students' understanding of contextual Fikih by providing an interactive and enjoyable learning experience. The incompatibility of existing assessment models is primarily attributed to the dominance of conventional teacher centered approaches that emphasize rote memorization, thereby limiting the development of students' critical thinking and practical application skills. Furthermore, ZEP Quiz based gamification was found to enhance students' participation, motivation, and classroom interaction throughout the learning process. These findings highlight that the integration of gamification offers an innovative alternative for fostering more relevant and contextual Fikih learning while supporting the development of students' cognitive, affective, and psychomotor competencies in the digital era.
Budaya Pembiasaan Religius Dalam Pembetukan Karakter Anak: Studi Kasus TPQ Asrama Darul Hikmah Ahmad Taufiki; Ruqoyyah Nafisah; Nurun Nafisah Indah Qomari; Nur Azizah Riska Ayu Astiani Mahmudah; Saiful Rahman, Robert Edy Sudarwan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 November 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i4.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya pembiasaan religius dalam pembentukan karakter anak serta menjelaskan alasan efektivitasnya di TPQ Asrama Darul Hikmah Karanganyar Paiton Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan wali murid, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius anak berlangsung secara sistematis melalui lima elemen utama yang saling bersinergi: (1) sistem rutinitas harian yang konsisten yang menggeser kepatuhan eksternal menjadi kesadaran internal; (2) keteladanan pendidik sebagai model perilaku moral (social learning); (3) penerapan metode Tartila yang secara implisit melatih kedisiplinan dan kesabaran; (4) praktik salat Ashar berjamaah sebagai media pembiasaan ibadah dan tanggung jawab kolektif; serta (5) sinergi berkelanjutan antara TPQ dan lingkungan keluarga. Kesimpulannya, efektivitas pembentukan karakter religius di TPQ Asrama Darul Hikmah tidak bergantung pada metode tunggal, melainkan pada integrasi antara konsistensi rutinitas, keteladanan moral, metodologi pembelajaran yang sistematis, dan penguatan dari lingkungan keluarga.  Kebaruan penelitian, terletak pada penggambaran secara kontekstual mengenai bagaimana budaya pembiasaan religius di lingkungan TPQ yang terintegrasi dengan kehidupan asrama berperan dalam membentuk karakter anak, sehingga memperlihatkan hubungan antara praktik kegamaan rutin dan pembentukan karakter dalam konteks pendidikan nonformal berbasis pesantren/asrama.