Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR BERBASIS KULIAH KERJA NYATA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK DI DESA CAMPURASRI Amelia Dwi Wahyuni; Desi Nuzul Agnafia; Panji Arianto; Rizki Wahyu Lestari; Aprilia Asmaraningtyas; Lely Dwi Nur Anggraeni; Faturrohman Firrizqi; Dela Munifatul; Hasanah; Nur Fatkhur Rohmat; Ardiansyah Yusuf Romadhoni
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1031

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penentu keberhasilan pendidikan anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan pendidikan tambahan di luar jam sekolah. Permasalahan mitra di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi ditunjukkan oleh rendahnya semangat belajar anak, kecenderungan menghabiskan waktu luang untuk bermain gawai, minimnya pendampingan orang tua akibat kesibukan bertani, serta terbatasnya akses layanan bimbingan belajar swasta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi program bimbingan belajar berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar anak-anak setempat. Metode yang digunakan adalah service learning dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui tahapan observasi kebutuhan, koordinasi dengan perangkat desa, penyusunan program dan materi, pelaksanaan pendampingan, hingga evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan angket sederhana, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi metode diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, ice breaking, dan pendampingan tugas sekolah mampu meningkatkan antusiasme, keaktifan, kepercayaan diri, dan kedisiplinan belajar anak. Orang tua dan perangkat desa memberikan respons positif terhadap keberlangsungan program. Faktor pendukung utama meliputi antusiasme anak dan dukungan masyarakat, sedangkan kendala terkait keterbatasan waktu, sarana, dan konsistensi kehadiran peserta dapat diatasi melalui penjadwalan fleksibel dan pendekatan kelompok kecil. Program ini disimpulkan efektif meningkatkan motivasi belajar anak dan berpotensi dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat maupun lembaga pendidikan setempat pascaprogram KKN.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING RAMAH LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI EKONOMI DI DESA CAMPURASRI, KECAMATAN KARANGJATI, KABUPATEN NGAWI Desi Nuzul Agnafia; Amelia Dwi Wahyuni; Panji Ariyanto; Riski Wahyu Lestari; Aprilia Asmaraningtyas; Lely Dewi Nur Anggraeni; Faturrohman Firrizqi; Dela Munifatul Hasanah; Nur Fatkhur Rohmat; Ardhiansyah Yusuf Romadhoni
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1077

Abstract

Sabun cuci piring merupakan kebutuhan harian yang tidak terpisahkan dari aktivitas rumah tangga, namun sebagian besar masyarakat pedesaan masih bergantung sepenuhnya pada produk pabrikan tanpa memanfaatkan potensi limbah organik rumah tangga yang sebenarnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Sebagai salah satu program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dipadukan dengan ecoenzim hasil fermentasi limbah organik rumah tangga. Kegiatan bertujuan memberikan pengetahuan mengenai bahan dan fungsinya, melatih keterampilan produksi secara mandiri, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta membuka peluang usaha rumahan yang sekaligus mendukung pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah community development melalui tahapan observasi, identifikasi masalah, persiapan, pelaksanaan pelatihan disertai demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah ibu rumah tangga dan anggota kelompok PKK Desa Campurasri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai fungsi bahan (MES, ecoenzim, Cocamidopropyl Betaine/CAPB, gliserin, NaCl, dan asam sitrat) serta peningkatan keterampilan praktik yang tampak dari kemampuan peserta menghasilkan produk dengan busa melimpah, daya bersih lemak yang baik, tekstur stabil, dan aroma yang disukai. Analisis nilai ekonomi sederhana menunjukkan bahwa satu kali produksi sebanyak 15 liter (setara 30 botol kemasan 500 mL) membutuhkan biaya produksi sekitar Rp120.000, dengan harga jual Rp8.000 per botol sehingga diperoleh total penjualan Rp240.000 dan keuntungan bersih sekitar Rp120.000 per satu kali produksi. Antusiasme peserta yang tinggi turut mendorong motivasi untuk menjadikan produk ini sebagai peluang usaha rumahan guna menghemat pengeluaran sekaligus menambah pendapatan keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan riil masyarakat yang memadukan prinsip ramah lingkungan mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi rumah tangga yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik dan menegaskan peran strategis mahasiswa KKN sebagai agen pemberdayaan di tingkat desa