Kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, namun keberadaannya masih menghadapi ancaman akibat pencemaran sampah rumah tangga dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekoteologis, kemampuan masyarakat dalam memilah sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), serta mendukung konservasi mangrove di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyuluhan ekoteologi, pelatihan pemilahan sampah, aksi konservasi mangrove, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep ekoteologi, fungsi ekologis mangrove, dan pengelolaan sampah, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga mampu menerapkan teknik pemilahan sampah dengan baik, didukung oleh tingginya tingkat kepuasan dan komitmen untuk menerapkan praktik pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan menghasilkan aksi nyata berupa pembersihan kawasan mangrove, penanaman bibit mangrove, penyediaan tempat sampah terpilah, serta pembentukan Tim Pengelola Sampah Desa sebagai upaya menjaga keberlanjutan program. Program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung konservasi mangrove yang berkelanjutan.