Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kontekstualisasi Ayat-Ayat Tabayyun: Tinjauan Historis Asbab An-Nuzul dan Relevansinya terhadap Fenomena Cancel Culture di Media Sosial Farham Farham; Fatima Zahrah; Amir Hamzah; Supriadi Supriadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38742

Abstract

Fenomena cancel culture di media sosial telah memanifestasikan diri sebagai bentuk pengadilan jalanan virtual yang berpotensi mencederai martabat dan hak asasi manusia (hifdz al-'irdh). Penelitian ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan nilai-nilai historis asbab an-nuzul ayat-ayat tabayyun sebagai parameter Hukum Islam dalam mengevaluasi sanksi sosial di ekosistem digital. Melalui metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-yuridis, korpus data primer berupa teks Al-Qur'an (Q.S. Al-Hujurat: 6 dan Q.S. An-Nur: 11-12) serta kitab Asbab An-Nuzul dianalisis menggunakan kerangka maqashid asy-syari'ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture memiliki distingsi fundamental dan tidak berkesesuaian dengan sanksi sosial yang dilegitimasi syariat (hajr). Berbeda dengan hajr yang menuntut otoritas sah, bukti empiris (bayyinah), dan tujuan edukatif (ta'dib), cancel culture beroperasi di atas asumsi massa siber yang destruktif tanpa batasan pemaafan. Kesimpulannya, di era sosiologi digital, tabayyun bertransformasi dari sebatas etika komunikasi moral menjadi kewajiban hukum (taklif syar'i). Sikap menahan diri (tawaqquf) dari partisipasi dalam ostrakisme digital merupakan langkah mitigasi wajib guna menghindari delik ghibah, buhtan, dan qadzaf. Penelitian ini berkontribusi dalam meletakkan kerangka dasar fiqh digital terkait pelindungan privasi di media sosial.
Peran Asbab Al-Nuzul dalam Menghindari Kesalahan Interpretasi Ayat Al-Qur’an Mappaseleng Mappaseleng; Aisyah Putri Ashari; Supriadi Hamid; Amir Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39773

Abstract

Asbāb al-nuzūl merupakan salah satu instrumen penting dalam kajian tafsir Al-Qur'an yang berfungsi menjelaskan latar belakang turunnya ayat. Pemahaman terhadap sebab-sebab turunnya ayat membantu mufasir dalam memahami makna ayat secara tepat sehingga terhindar dari kesalahan interpretasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asbāb al-nuzūl dalam menghindari kesalahan penafsiran ayat Al-Qur'an. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data diperoleh dari kitab-kitab tafsir, ulum al-Qur'an, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asbāb al-nuzūl berperan dalam menjelaskan konteks historis ayat, menentukan cakupan makna, menghindari pemahaman yang parsial, serta membantu penerapan nilai-nilai Al-Qur'an secara kontekstual. Oleh karena itu, pemahaman terhadap asbāb al-nuzūl menjadi salah satu syarat penting dalam penafsiran Al-Qur'an agar tidak terjadi penyimpangan makna.
Relevansi Konsep Sakinah dalam Al-Qur'an terhadap Kesehatan Mental Generasi Z: Perspektif Nuzulul Qur'an dalam Merespons Krisis Eksistensial Kontemporer Rifki Asfarina Fillah; Muh Matori Ali Akbar; Supriadi Hamid; Amir Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40309

Abstract

Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 menghadapi berbagai bentuk krisis eksistensial di era kontemporer, meliputi krisis identitas digital, quarter life crisis, kecemasan akibat FOMO (Fear of Missing Out), doomscrolling, eco-anxiety, krisis makna hidup, tekanan ekonomi, serta gamophobia. Kondisi ini dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi digital dan dominasi media sosial yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk krisis eksistensial Generasi Z serta relevansi konsep sakinah dalam Al-Qur'an sebagai solusi berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik, mengacu pada tafsir Al-Muyassar, Al-Kabir, Al-Azhar, dan Al-Mishbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep sakinah sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4 merupakan anugerah ketenangan jiwa dari Allah SWT yang diturunkan ke dalam hati orang-orang beriman. Dalam perspektif Nuzulul Qur'an, nilai-nilai sakinah terbukti relevan sebagai respons terhadap krisis psikospiritual Generasi Z melalui penguatan taqarrub ilallah, pengamalan tawakkal dan sabar, pemupukan rasa syukur, penjagaan keseimbangan hidup, serta pengelolaan konsumsi konten digital secara bijak. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian Al-Qur'an dan kesehatan mental, sekaligus menawarkan pendekatan integratif berbasis Islam sebagai alternatif dalam menangani tantangan psikologis generasi muda di era modern.
Otoritas Akad dalam Al-Qur'an “Kajian Normatif Kekuatan Mengikat Janji ('Uqud) dalam Ayat-ayat Muamalah sebagai Dasar Hukum Kontrak Syariah Modern Baso abiyyu; Sigit; Supriadi; Amir Hamzah
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2008

Abstract

Konsep akad (‘uqud) merupakan fondasi utama dalam sistem muamalah islam, karena seluruh aktivitas ekonomi dan transaksi sosial dibangun atas asas kesepakatan yang mengikat antara para pihak. Dalam Islam, ‘aqd (akad atau perikatan) bukan sekadar hubungan hukum, melainkan ekspresi moral dan spiritual seorang Muslim dalam menunaikan amanah sosial dan tanggung jawab kepada Allah. Al-Qur’an menegaskan pentingnya pemenuhan janji dan akad melalui perintah yang eksplisit, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Ma’idah (5) : 1, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji (‘uqud) itu”, yang oleh para ulama dipahami sebagai prinsip dasar ekonomi umat. Ayat ini tidak hanya menegaskan keabsahan akad secara normatif, tetapi juga menjadi dasar epistemologis bagi konstruksi hukum kontrak Syariah modernPenelitian ini menggunakanv pendekatan kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang berfokus pada norma, prinsip, dan teks keagamaan serta hukum yang berfungsi sebagai landasan pembentukan hukum kontrak syariah. Penelitian hukum normatif dipilih karena tujuan studi ini adalah menelaah otoritas akad (‘uqud) dalam Al-Qur’an sebagai sumber hukum primer, serta menafsirkan kedudukan janji sebagai perikatan dalam perspektif muamalah.Akad (uqud) dalam Al-Qur’an tidak hanya diposisikan sebagai instrument hukum biasa, tetapi diangkat menjadi institusi yang sarat dengan nilai sacral, moral, dan legalitas tinggi. Kewajiban fundamental untuk menghormati dan menunaikan segala komitmen yang telah disepakati ditegaskan secara sentral melalui perintah spesifik dalam Surah Al-Ma’idah ayat 1. Ayat kunci ini menjadi landasan utama yang mengikat.Tujuan akad adalah mewujudkan kemaslahatan dan menghindarkan kemafsadatan. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa hukum muamalah berorientasi pada perlindungan harta (hifz al-mal), sehingga akad yang merugikan atau menimbulkan ketidakpastian dianggap tidak sah. Kajian normatif terhadap ayat-ayat muamalah menunjukkan bahwa konsep ‘uqud memiliki otoritas fundamental dalam hukum Islam. QS. Al-Māidah:1 menegaskan kewajiban memenuhi akad sebagai komitmen moral dan hukum, sementara QS. Al-Baqarah:282–283 memberikan pedoman teknis mengenai pencatatan, saksi, dan kejelasan objek akad demi tercapainya transparansi dan perlindungan hak.
PILAH SAMPAH BERBASIS EKOTEOLOGI UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI MANGROVE DI DESA TONGKE-TONGKE Abd. Muhaemin Nabir; Heri Irawan; Ibrahim Abdullah; Abd. Rahman; Amir Hamzah; Nasyira Nasyira
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.1061

Abstract

Kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, namun keberadaannya masih menghadapi ancaman akibat pencemaran sampah rumah tangga dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekoteologis, kemampuan masyarakat dalam memilah sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), serta mendukung konservasi mangrove di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyuluhan ekoteologi, pelatihan pemilahan sampah, aksi konservasi mangrove, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep ekoteologi, fungsi ekologis mangrove, dan pengelolaan sampah, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga mampu menerapkan teknik pemilahan sampah dengan baik, didukung oleh tingginya tingkat kepuasan dan komitmen untuk menerapkan praktik pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan menghasilkan aksi nyata berupa pembersihan kawasan mangrove, penanaman bibit mangrove, penyediaan tempat sampah terpilah, serta pembentukan Tim Pengelola Sampah Desa sebagai upaya menjaga keberlanjutan program. Program ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung konservasi mangrove yang berkelanjutan.