Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sensory Analysis of Steamed Apem With Dragon Fruit Skin Substitution (Hylocereus Polyhizus) Isra Mutia; Anni Faridah; Lucy Fridayati; Riski Gusri Utami
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.1004

Abstract

The Indonesian traditional moist cake industry including putu cake, lapis cake, and apem cake, still relies heavily on synthetic food colorings that pose health risks. Natural colorings are a safer alternative, as they are often derived from plants or food waste, such as suji leaves, beets, and dragon fruit peel. Red dragon fruit peel (Hylocereus polyrhizus) has potential as a natural dye alternative because it contains high levels of betacyanin, which acts as an antioxidant while also providing a rich color. Steamed apem cake is one of Indonesia's traditional cakes that has cultural value and is widely consumed by the community. Color is one of the factors influencing product attractiveness; however, synthetic food colorants are still commonly used and may pose health risks if used improperly. Natural colorants are a safer alternative and can be obtained from various plants, such as carrots, pandan leaves, and dragon fruit. Red dragon fruit peel, a by-product of the fruit processing industry, contains betalain pigments and has the potential to be utilized as a natural food colorant. This study employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: 0%, 35%, 50%, and 65% substitution of dragon fruit peel extract. Product quality was evaluated through ranking and hedonic tests using a 7-point scale by 30 semi-trained panelists. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level when significant differences were detected. The results showed that dragon fruit peel extract substitution significantly affected color quality (F = 69.64 > Ftable = 2.71) and texture (F = 23.60 > Ftable = 2.71), but had no significant effect on shape (F = 0.05 < Ftable = 2.71), aroma (F = 0.82 < Ftable = 2.71), or taste (F = 0.48 < Ftable = 2.71). In the hedonic test, the substitution significantly affected panelists' preference for color (F = 23.91 > Ftable = 2.71) and taste (F = 13.91 > Ftable = 2.71), while no significant effects were observed for shape, aroma, and texture. The best treatment was obtained with 65% dragon fruit peel extract substitution, indicating its potential as a natural food colorant while improving the sensory quality of steamed apem cake.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI PADA PROGRAM KULIAH KERJA NYATA (KKN) DI NAGARI HARAU Armaita Armaita; Andre Marvero; Dewinda Irfan Meyelsi; Isra Mutia; M. Gufran Hawari; Rasyid Hamid Akmali
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6230

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan di berbagai wilayah pedesaan di Indonesia, termasuk di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai gizi seimbang, pola makan sehat, serta pentingnya sanitasi dan lingkungan yang bersih dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui kegiatan edukasi gizi berbasis pemberdayaan masyarakat. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat Nagari Harau yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, kader posyandu, serta remaja putri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2025 di Balai Posyandu Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode partisipatif melalui kegiatan penyuluhan gizi yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan rutin posyandu. Penyuluhan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok kecil, serta penggunaan media edukatif berupa poster dan leaflet. Materi yang disampaikan meliputi konsep 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penyebab dan dampak stunting, pola makan bergizi seimbang, serta pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan langkah pencegahan stunting. Peserta juga menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan gizi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di tingkat komunitas.