Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Etos Kewargaan Mohammad Hatta: Kajian Historis sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Eva Elista; Samsuri Samsuri
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i10.4589

Abstract

Penguatan karakter kewargaan menjadi salah satu tantangan utama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menghadapi dinamika demokrasi dan perubahan sosial di Indonesia. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pemikiran Mohammad Hatta dari perspektif demokrasi, nasionalisme, dan ekonomi kerakyatan, belum terdapat kajian yang merekonstruksi etos kewargaannya sebagai kerangka konseptual Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi etos kewargaan melalui analisis terhadap karya-karya utama Mohammad Hatta, seperti Demokrasi Kita, Kumpulan Karangan, Membangun Koperasi dan karya lainnya, serta menganalisis relevansinya bagi PPKn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kewargaan Hatta dibangun atas integritas moral, kesederhanaan, tanggung jawab sosial, solidaritas sosial, dan komitmen terhadap keadilan sosial. Temuan ini menawarkan perspektif indigenous citizenship berbasis nilai Pancasila sebagai kontribusi teoretis bagi pengembangan civic ethos. Hasil penelitian dapat menjadi landasan pengembangan kurikulum dan pembelajaran berbasis nilai, serta perlu ditindaklanjuti melalui pengujian model pembelajaran berbasis etos kewargaan Mohammad Hatta.
REACTUALIZING THE VALUE OF SOCIAL JUSTICE AS AN ETHICAL GUIDELINE FOR POLITICAL CONDUCT IN INDONESIA Eva Elista; Sunarso
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8213

Abstract

This study examines the importance of reactualizing the value of social justice as an ethical guideline in political behavior in Indonesia. Social justice, as contained in the fifth principle of Pancasila, should serve as a fundamental principle that guides every policy and political action in order to create an equal, prosperous, and civilized society. However, in reality, political practices in Indonesia are still largely characterized by corruption, nepotism, and weak leadership ethics, which hinder the achievement of these goals. This study employs a qualitative approach using a literature review method to analyze the concepts of social justice and political ethics, as well as the relationship between the two in strengthening substantive democracy. The discussion focuses on the challenges faced in implementing the value of social justice, as well as strategies for its reactualization through political education, law enforcement, and the strengthening of public participation. The results of the analysis show that the reactualization of the value of social justice is essential to improving deviant political behavior and realizing a system of governance that is more just, transparent, and civilized.