Wingkolatin Wingkolatin
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TOLERANSI PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 6 SAMARINDA Syeninda Nuraliva Putri Elyan; Novita Majid; Moh. Bahzar; Wingkolatin Wingkolatin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pengembangan sikap toleransi peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 6 Samarinda serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pengembangan sikap toleransi dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka melalui elemen Bhinneka Tunggal Ika dan Profil Pelajar Pancasila. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi diskusi kelompok heterogen yang memungkinkan peserta didik dari berbagai latar belakang suku, agama, dan kemampuan akademik berinteraksi secara langsung. Selain itu, guru menciptakan iklim kelas yang inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk menyampaikan pendapat. Pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian afektif melalui observasi sikap, jurnal perilaku, dan penilaian antarteman. Kendala yang ditemukan meliputi egoisme peserta didik, rendahnya rasa percaya diri, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan terbentuknya kelompok eksklusif (sirkel). Untuk mengatasi kendala tersebut, guru berperan sebagai teladan, motivator, dan fasilitator dalam membangun budaya toleransi di lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi peserta didik pada lingkungan sekolah yang heterogen.