SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Vol. 6 No. 3 (2026)

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TOLERANSI PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 6 SAMARINDA

Syeninda Nuraliva Putri Elyan (Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia)
Novita Majid (Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia)
Moh. Bahzar (Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia)
Wingkolatin Wingkolatin (Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia)



Article Info

Publish Date
19 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pengembangan sikap toleransi peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 6 Samarinda serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pengembangan sikap toleransi dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka melalui elemen Bhinneka Tunggal Ika dan Profil Pelajar Pancasila. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi diskusi kelompok heterogen yang memungkinkan peserta didik dari berbagai latar belakang suku, agama, dan kemampuan akademik berinteraksi secara langsung. Selain itu, guru menciptakan iklim kelas yang inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk menyampaikan pendapat. Pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian afektif melalui observasi sikap, jurnal perilaku, dan penilaian antarteman. Kendala yang ditemukan meliputi egoisme peserta didik, rendahnya rasa percaya diri, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan terbentuknya kelompok eksklusif (sirkel). Untuk mengatasi kendala tersebut, guru berperan sebagai teladan, motivator, dan fasilitator dalam membangun budaya toleransi di lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi peserta didik pada lingkungan sekolah yang heterogen.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

social

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan ...