Pemikiran Ibnu Khaldun dalam bidang pendidikan memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan konsep pembelajaran Islam, khususnya mengenai proses belajar yang berorientasi pada pembentukan kompetensi peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun tentang proses belajar serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Al-Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar menurut Ibnu Khaldun didasarkan pada prinsip tadarruj (bertahap), malakah (pembiasaan hingga terbentuk kompetensi), tikrar (pengulangan), kesiapan peserta didik, pembelajaran yang humanis, serta integrasi ilmu agama dan ilmu rasional. Penelitian ini menemukan bahwa prinsip-prinsip tersebut relevan dengan teori belajar modern, seperti konstruktivisme, experiential learning, dan competency-based learning, sehingga tetap kontekstual dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis pemikiran Ibnu Khaldun dengan paradigma pendidikan Islam kontemporer melalui analisis komparatif terhadap penelitian sebelumnya. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam.