Rendahnya minat literasi dan perlunya penguatan karakter peserta didik menjadi tantangan yang dihadapi berbagai lembaga pendidikan pada era digital. Pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan berbasis budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan karakter peserta didik melalui pemanfaatan dongeng cerita rakyat di Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Padang Lawas, Gunung Tua. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 dengan melibatkan 50 peserta didik kelas VII dan VIII. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Reflection Approach (PLRA) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, persiapan program, pelaksanaan storytelling, diskusi interaktif, refleksi nilai karakter, serta evaluasi kegiatan. Pengukuran efektivitas program dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek literasi dan karakter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan pemahaman nilai karakter peserta didik. Rata-rata capaian aspek literasi meningkat dari 60,67% menjadi 90,00%, sedangkan aspek karakter meningkat dari 71,00% menjadi 90,50%. Peningkatan tertinggi pada aspek literasi terjadi pada indikator ketertarikan terhadap cerita rakyat, sedangkan pada aspek karakter terjadi pada indikator kepedulian sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa dongeng cerita rakyat merupakan media yang efektif untuk mengintegrasikan penguatan literasi, pendidikan karakter, dan pelestarian kearifan lokal. Program ini berpotensi menjadi model penguatan literasi berbasis budaya yang dapat diterapkan pada sekolah dan madrasah lainnya.