Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi dan Struktur Komunitas Online Sebagai Fenomena Network Society di Era Media Digital Bayu Herlambang Bimantara; Trisna Mandala Putra; Nurhayati Nurhayati; Marsha Zafirah Pohan; Shalli Anggia Putri; Siti Rahmah Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6868

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam pola komunikasi dan pembentukan struktur sosial masyarakat. Salah satu implikasi terpenting dari perubahan ini adalah munculnya komunitas online sebagai bagian dari masyarakat jejaring (network society). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi komunitas online serta struktur sosial yang terbentuk di dalamnya pada era media digital. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana identitas digital dan relasi sosial dikonstruksi melalui interaksi dalam ruang virtual.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan publikasi akademik yang relevan dengan topik network society, komunitas online, struktur sosial digital, dan identitas digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menginterpretasikan fenomena sosial yang berkembang dalam masyarakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas online memiliki struktur sosial yang bersifat desentralistik, fleksibel, dan tidak bergantung pada hierarki formal. Kekuasaan dan pengaruh dalam komunitas digital cenderung ditentukan oleh modal digital seperti visibilitas, reputasi, serta kemampuan memproduksi dan mengelola konten. Identitas digital terbentuk sebagai konstruksi sosial yang dinamis melalui representasi diri, validasi komunitas, serta interaksi simbolik yang berlangsung secara intens. Komunitas online juga berfungsi sebagai ruang dukungan sosial, kolaborasi, dan partisipasi publik lintas batas geografis. penelitian ini menegaskan bahwa komunitas online merupakan bentuk struktur sosial baru dalam masyarakat jejaring yang membuka peluang besar bagi penguatan solidaritas sosial dan perluasan partisipasi publik, namun juga menghadirkan tantangan berupa kesenjangan digital dan potensi polarisasi sosial.
Penguatan Literasi dan Pendidikan Karakter Berbasis Dongeng Cerita Rakyat pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Padang Lawas, Gunung Tua Zakaria Siregar; Syukron Firdaus Siregar; Topan Bilardo; Haslinda Haslinda; Windo Fajar Utama; Siti Rahmah Putri; Fahmi Sabri; Muhammad Sidik Tarigan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.1048

Abstract

Rendahnya minat literasi dan perlunya penguatan karakter peserta didik menjadi tantangan yang dihadapi berbagai lembaga pendidikan pada era digital. Pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan berbasis budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan karakter peserta didik melalui pemanfaatan dongeng cerita rakyat di Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Padang Lawas, Gunung Tua. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 dengan melibatkan 50 peserta didik kelas VII dan VIII. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Reflection Approach (PLRA) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, persiapan program, pelaksanaan storytelling, diskusi interaktif, refleksi nilai karakter, serta evaluasi kegiatan. Pengukuran efektivitas program dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek literasi dan karakter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan pemahaman nilai karakter peserta didik. Rata-rata capaian aspek literasi meningkat dari 60,67% menjadi 90,00%, sedangkan aspek karakter meningkat dari 71,00% menjadi 90,50%. Peningkatan tertinggi pada aspek literasi terjadi pada indikator ketertarikan terhadap cerita rakyat, sedangkan pada aspek karakter terjadi pada indikator kepedulian sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa dongeng cerita rakyat merupakan media yang efektif untuk mengintegrasikan penguatan literasi, pendidikan karakter, dan pelestarian kearifan lokal. Program ini berpotensi menjadi model penguatan literasi berbasis budaya yang dapat diterapkan pada sekolah dan madrasah lainnya.