Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi Pertamini Terhadap Penjual Bahan Bakar Minyak Eceran di Desa Lagan Tengah Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ditinjau dari Etika Bisnis Islam Hendri Susanto; Sri Rahma; M. Maulana Hamzah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1069

Abstract

Penelitian ini bertolak dari fenomena menjamurnya usaha pertamini (Pertamina Mini) di tengah eksistensi penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran konvensional, khususnya di Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap dampak kehadiran pertamini terhadap keberlangsungan usaha penjual BBM eceran serta menganalisis praktik penjualan BBM pertamini tersebut dari sudut pandang etika bisnis Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research). Data dihimpun melalui observasi langsung, wawancara semi terstruktur terhadap pemilik pertamini, penjual BBM eceran, serta konsumen, dan dokumentasi, kemudian diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran pertamini membawa dampak positif berupa kemudahan pelayanan, ketersediaan BBM yang lebih terjamin, tambahan pendapatan bagi pemiliknya, dorongan bagi penjual eceran untuk memperbaiki mutu layanan, serta tersedianya alternatif bagi konsumen. Di sisi lain, kehadirannya juga menimbulkan dampak negatif berupa penurunan pendapatan penjual BBM eceran dan semakin sulitnya pelaku usaha pemula untuk bersaing. Ditinjau dari etika bisnis Islam, praktik penjualan BBM pertamini di Desa Lagan Tengah secara umum telah mencerminkan lima prinsip dasar, yaitu tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan kejujuran, meskipun pada aspek ketepatan takaran dan keamanan penyimpanan BBM masih memerlukan perbaikan agar sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai syariat.