Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Yayasan Fajar Hidayah Nabawi, Kabupaten Maros, untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam tahapan dasar budidaya tanaman, mulai dari pengolahan lahan, penyiapan media tanam, pemupukan, pembuatan bedengan, penutupan lubang tanam, hingga penanaman bibit. Permasalahan utama mitra terletak pada kebutuhan peningkatan kapasitas teknis budidaya serta terbatasnya fasilitas pendukung untuk kegiatan praktik di lapangan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lokasi, pengarahan teknis, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi sederhana. Praktik lapangan mencakup pembersihan area tanam, penggemburan tanah, penyusunan bedengan, pencampuran tanah dengan kompos dan kapur, serta penanaman bibit pada media polibag dan lahan yang telah disiapkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengalaman aplikatif dalam memahami tahapan awal budidaya tanaman secara lebih terarah. Peserta juga mampu mengenali fungsi pengolahan tanah, peran bahan organik, manfaat pemberian kapur, serta penggunaan polibag untuk mendukung pemeliharaan bibit. Kendala berupa keterbatasan alat kerja tidak menghambat pelaksanaan kegiatan karena dapat diatasi melalui pembagian tugas dan kerja sama lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan budidaya tanaman serta mendorong pemanfaatan lahan secara lebih produktif dan berkelanjutan. Pada tataran praktis, kegiatan ini memperkuat keterhubungan antara pengetahuan akademik, kebutuhan mitra, dan pengalaman lapangan peserta dalam mengelola aktivitas pertanian sederhana secara lebih mandiri di tingkat lokal.