Pemantauan status gizi anak sekolah dasar merupakan aspek penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengingat anak merupakan investasi pembangunan jangka panjang. Status gizi yang optimal sejak usia dini sangat dipengaruhi oleh kecukupan dan keseimbangan asupan zat gizi, yang berperan dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Anak yang memperoleh asupan gizi seimbang diharapkan tumbuh sehat dan mampu mencapai potensi optimalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status gizi anak usia sekolah dasar di SDN Lidah Kulon 1 Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan subjek sebanyak 246 siswa berusia 7–10 tahun. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri, meliputi berat badan dan tinggi badan, yang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kategori status gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik, yaitu sebesar 60%. Namun demikian, masih ditemukan responden dengan status gizi rendah sebesar 13%, status gizi berlebih sebesar 7%, dan status gizi obesitas sebesar 20%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa memiliki status gizi yang baik, masih terdapat proporsi anak dengan permasalahan gizi yang perlu mendapat perhatian. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian pola makan dan asupan gizi pada sebagian anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dan lingkungan sekolah dalam mengatur dan mengawasi pola konsumsi makanan anak agar kebutuhan gizi terpenuhi secara seimbang guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.