This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Hilmy Farras Wishal
Universitas Baiturrahmah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata) Terhadap Jumlah Fibroblas dan Kolagen Pada Luka Sayat Mencit Putih (Mus Muculus) Budi Yulhasfi Febrianto; Hilmy Farras Wishal; Letvi Mona
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60871

Abstract

Luka adalah jenis cedera yang umum terjadi pada manusia dimana proses penyembuhannya melewati tiga tahap utama yaitu inflamasi, proliferasi, dan remodelling. Pemberian ekstrak tanaman kirinyuh mampu meningkatkan penyembuhan pada luka sehingga dapat mempercepat fase proliferasi dan angiogenesis pada luka. Asam hialuronat berperan penting dalam migrasi dan proliferasi keratinosit yang merupakan sel pembentuk epidermis. Untuk mengetahui bagaimana efektivitas pemberian ekstrak tanaman kirinyuh (Chromolaena odorata L) terhadap jumlah fibroblas dan kolagen pada penyembuhan luka sayat mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini memiliki ruang lingkup terhadap Ilmu Bedah, Dermatologi, Patologi Anatomi dan Farmakologi. Penelitian ini berupa eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini dilakukan Bulan Juli-Agustus 2024. Teknik pengambilan sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi yang dihitung menggunakan rumus federer dengan minimal sampel 24 ekor mencit jantan. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji One Way Anova, uji Kruskal-Wallis dan uji manwhitney. Pemberian ekstrak tanaman kirinyuh dengan infusa konsentrasi 20% yang diberikan secara topikal terhadap penyembuhan luka sayat mencit jantan (Mus musculus) efektif. Hasil mikroskopik menunjukkan pada hari ke-7 dan hari ke-14 terdapat perbedaan bermakna jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen dengan pemberian infusa 20%.