Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SYSTEMATIC STUDY OF THE ANTIOXIDANT POTENTIAL AND INCREASING BIOACTIVITY OF RICE FOR SKIN HEALTH Irma Primawati; Letvi Mona; Tri Puspita Prihatinningrum AF; Fitra Deny
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19971

Abstract

Agar beras dan dedak baik dari beras pigmented maupun unpigmented dapat memberikan dampak positif pada kulit maka harus dibuat lebih bioaktif. Penelitian ini dilakukan sebagai tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan teknik PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses), dan seluruhnya mengikuti langkah atau prosedur yang benar. Penelitian SLR ini menggunakan pendekatan deskriptif dan termasuk dalam penelitian kualitatif di bidang perpustakaan. Persoalan utama yang telah diidentifikasi dan dijadikan pedoman proses penelitian diamati dalam berbagai literatur. Selanjutnya, kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk melakukan seleksi. Beras dan dedak berpotensi menghambat enzim tirosinase karena mengandung asam fenolik, ?-oryzanol, dan tricin. Senyawa antosianin pada beras dan dedak berpigmen memiliki potensi sifat anti penuaan dan anti inflamasi melalui jalur sinyal MAPK. Senyawa lain berupa momilactone A dan B yang terkandung dalam bekatul berpotensi menjadi anti penuaan dan pencerah kulit. Peningkatan bioaktivitas dapat dilakukan dengan metode fermentasi menggunakan berbagai mikroorganisme, metode protein dedak dengan menggunakan enzim papain atau campuran trypsin dan chymotrypsin untuk memperoleh peptida dalam dedak yang mampu menghambat tirosinase, serta metode padi transgenik yang diperkaya resveratrol untuk menghasilkan efek sinergis antara beras dan resveratrol. Berdasarkan hasil penelusuran artikel, penelitian terkait senyawa antioksidan yang diformulasikan mampu memberikan potensi khasiat pada kulit manusia setelah dilakukan pengujian in vitro dan in viv
PENYULUHAN PENCEGAHAN HIPERURISEMIA PADA JAMAAH MASJID IHSAN DARUSSALAM, AIA PACAH KOTA PADANG Suharni Suharni; Rosmaini Rosmaini; Erdanella Setiawati; Letvi Mona; Yanti Fitri Yasa; Muhammad Rizki Saputra
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Nusantara Hasana Journal, June 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i1.2182

Abstract

Hyperuricemia is a condition characterized by elevated serum uric acid levels, which serves as a primary risk factor for gout and is closely associated with cardiometabolic and renal disorders. Lifestyle factors, such as high-purine diets, obesity, alcohol consumption, physical inactivity, and a lack of routine health screenings, contribute significantly to the high incidence of hyperuricemia. This activity aimed to enhance the knowledge of the congregants at the Ihsan Darussalam Mosque, Aia Pacah, Padang City, regarding hyperuricemia prevention through community-based health counseling. The method employed was health counseling consisting of lectures and interactive discussions utilizing leaflets, complemented by personalized education for the participants. The results demonstrated an improvement in the participants' understanding of the definition of hyperuricemia, its risk factors, high-purine foods, as well as the importance of a healthy diet, physical activity, and routine health screenings. Community-based health counseling within a mosque environment has the potential to foster behavioral changes among congregants toward adopting a healthy lifestyle to prevent hyperuricemia and its complications.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata) Terhadap Jumlah Fibroblas dan Kolagen Pada Luka Sayat Mencit Putih (Mus Muculus) Budi Yulhasfi Febrianto; Hilmy Farras Wishal; Letvi Mona
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60871

Abstract

Luka adalah jenis cedera yang umum terjadi pada manusia dimana proses penyembuhannya melewati tiga tahap utama yaitu inflamasi, proliferasi, dan remodelling. Pemberian ekstrak tanaman kirinyuh mampu meningkatkan penyembuhan pada luka sehingga dapat mempercepat fase proliferasi dan angiogenesis pada luka. Asam hialuronat berperan penting dalam migrasi dan proliferasi keratinosit yang merupakan sel pembentuk epidermis. Untuk mengetahui bagaimana efektivitas pemberian ekstrak tanaman kirinyuh (Chromolaena odorata L) terhadap jumlah fibroblas dan kolagen pada penyembuhan luka sayat mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini memiliki ruang lingkup terhadap Ilmu Bedah, Dermatologi, Patologi Anatomi dan Farmakologi. Penelitian ini berupa eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini dilakukan Bulan Juli-Agustus 2024. Teknik pengambilan sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi yang dihitung menggunakan rumus federer dengan minimal sampel 24 ekor mencit jantan. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji One Way Anova, uji Kruskal-Wallis dan uji manwhitney. Pemberian ekstrak tanaman kirinyuh dengan infusa konsentrasi 20% yang diberikan secara topikal terhadap penyembuhan luka sayat mencit jantan (Mus musculus) efektif. Hasil mikroskopik menunjukkan pada hari ke-7 dan hari ke-14 terdapat perbedaan bermakna jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen dengan pemberian infusa 20%.