This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Yulia Masna
Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Patofisiologi Beban Ganda Malnutrisi : Tinjauan Sistematis Peran Genetik, Epigenetik Dan Mikrobioma Usus Yulia Masna; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61278

Abstract

Fenomena beban ganda malnutrisi, yang ditandai oleh gizi kurang (stunting dan wasting) di awal kehidupan serta obesitas pada usia dewasa, telah menjadi krisis kesehatan masyarakat global. Secara patofisiologis, mekanisme kondisi ini jauh lebih kompleks daripada sekadar persoalan kekurangan atau kelebihan asupan energi. Tinjauan sistematis ini dilaksanakan untuk mengkaji secara menyeluruh kontribusi systems biology termasuk faktor genetika, alterasi epigenetik, dinamika mikrobioma usus, serta inflamasi yang dipicu oleh lingkungan dan infeksi parasit terhadap status malnutrisi. Dengan mengadopsi protokol PRISMA 2020, tinjauan ini melakukan sintesis kritis terhadap 10 jurnal studi utama terindeks Scopus Q1 dari rentang tahun 2014 hingga 2026 yang bersumber dari pangkalan data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil analisis mekanistik membuktikan bahwa stunting diinduksi oleh environmental enteric dysfunction (EED), infeksi parasit pada pencernaan, serta peradangan sistemik yang secara molekuler menginhibisi poros hormon pertumbuhan. Disbiosis mikrobioma serta defisiensi nutrisi selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terbukti mengunci modifikasi epigenetik yang menetap (fetal programming). Ketika adaptasi metabolik berupa thrifty phenotype (fenotipe hemat) ini bersinggungan dengan variasi genetik poligenik dan perubahan pola makan di usia dewasa, risiko terjadinya obesitas akan meningkat secara drastis. Sebagai implikasi praktis, hasil penemuan ini menawarkan peta jalan baru bagi pembuat kebijakan gizi untuk mengalihkan orientasi strategi intervensi, dari yang semula fokus pada suplementasi kalori konvensional beralih ke program multisektoral yang terpadu berbasis precision nutrition dan penataan sanitasi lingkungan