Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Squeeze Cementing pada Sumur “RH-205” Lapangan “SGT” Menggunakan Metode Balance Plug Ricky Hizkia; Kukuh Jalu Waskita; Nuruddin Kafy El-Ridlo
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4259

Abstract

Squeeze cementing merupakan salah satu metode penyemenan sekunder yang digunakan untuk memperbaiki kualitas penyemenan, menutup zona perforasi yang tidak diinginkan, serta menjaga integritas sumur selama kegiatan produksi berlangsung. Pada Sumur “RH-205” Lapangan “SGT” terjadi peningkatan produksi air (water cut) pada interval perforasi tertentu sehingga diperlukan perencanaan penyemenan ulang untuk melakukan isolasi zona yang sudah tidak ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pekerjaan squeeze cementing menggunakan metode balance plug dengan menentukan kebutuhan volume slurry cement, jumlah semen, volume spacer ahead, spacer behind, displacement fluid, serta nilai Maximum Allowable Surface Pressure (MASP) yang aman selama operasi berlangsung. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan dan pengolahan data sumur serta data semen, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan teknis berdasarkan kapasitas casing, tubing, interval perforasi, karakteristik slurry, tekanan rekah formasi, dan parameter desain lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan total slurry cement sebesar 7 bbl dengan jumlah semen sebanyak 34 sack menggunakan semen kelas G dan kebutuhan air pencampur sebesar 4,046 bbl. Volume spacer ahead yang diperlukan sebesar 5 bbl, spacer behind sebesar 0,95 bbl, serta displacement fluid sebesar 12,02 bbl. Nilai MASP yang diperoleh sebesar 557,02 psi sehingga tekanan operasi masih berada dalam batas aman terhadap tekanan rekah formasi. Berdasarkan hasil analisis, metode balance plug dinilai sesuai diterapkan pada Sumur “RH-205” karena mampu memberikan desain penempatan semen yang terkontrol dan mendukung keberhasilan isolasi zona.
Penentuan Laju Alir Kritis untuk Mencegah Terjadinya Water Coning dengan Pendekatan Probabilistik Simulasi Monte Carlo: Studi Kasus Sumur "SN-08" di Lapangan "SGT" Siti Nurhalissa; Teddy Kurniawan; Nuruddin Kafy El-Ridlo
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 8 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i8.4266

Abstract

Fenomena water coning merupakan salah satu permasalahan pada reservoir minyak yang dapat menyebabkan peningkatan water cut dan penurunan produksi minyak. Oleh karena itu, diperlukan penentuan laju alir kritis (critical oil rate/Qc) untuk mengoptimalkan produksi dan mengurangi risiko terjadinya water coning. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju alir kritis pada Sumur SN-08 menggunakan metode Meyer-Gardner, Schols, dan Chaperon serta menentukan batas atas dan batas bawah laju alir kritis dengan mempertimbangkan ketidakpastian data reservoir menggunakan pendekatan probabilistik Monte Carlo sebanyak 1000 iterasi. Parameter yang digunakan meliputi jari-jari pengurasan (re), ketebalan lapisan minyak (h), jarak perforasi terhadap kontak minyak-air (hc), permeabilitas, viskositas minyak, dan perbedaan densitas fluida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Meyer-Gardner menghasilkan nilai Qc sebesar 4,00 STB/day (P10), 7,00 STB/day (P50), dan 10,64 STB/day (P90). Metode Schols menghasilkan nilai sebesar 2,82 STB/day (P10), 5,14 STB/day (P50), dan 7,67 STB/day (P90). Metode Chaperon menghasilkan nilai sebesar 223,01 STB/day (P10), 350,70 STB/day (P50), dan 523,79 STB/day (P90). Hasil analisis probabilistik menunjukkan bahwa P10 merepresentasikan batas bawah, P90 merepresentasikan batas atas, dan P50 merepresentasikan kondisi yang paling mungkin terjadi. Rentang laju produksi yang direkomendasikan berada pada interval P10–P90 dengan nilai P50 sebagai acuan operasi produksi.