Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberdayaan petani kakao, menganalisis peran penyuluh pertanian, serta merumuskan strategi pemberdayaan petani pada Kelompok UPH Amerta Urip, Subak Abian Dwi Mekar, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 30 orang anggota kelompok tani yang ditentukan dengan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai motivator, edukator, dan fasilitator berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar 2,58; 2,58; dan 2,90. Tingkat keberdayaan kelompok tani yang meliputi partisipasi, pemenuhan kebutuhan, dan keterampilan juga berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 2,76; 2,93; dan 2,84. Faktor internal kelompok terdiri atas kekuatan berupa pengalaman berusahatani, lingkungan yang mendukung, dan kerja sama kelompok yang baik, sedangkan kelemahannya adalah rendahnya penguasaan teknologi dan pemasaran. Faktor eksternal meliputi peluang berupa dukungan penyuluh dan pasar ekspor kakao yang terbuka, sedangkan ancamannya adalah perubahan iklim, serangan hama penyakit, dan permainan harga oleh tengkulak. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pemberdayaan berada pada kuadran I (agresif), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha kakao, dan pemanfaatan teknologi pertanian.