This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Febrianti Leba Ludji
Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studentification dan Tata Kelola Ruang Sosial di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang Chelsy M. Mauko; Densiana T. D. Duru; Adrianus D. Julio; Hildegardis C. Quintao; Alga P. N. Pelle; Elviana Binabu; Febrianti Leba Ludji; Lasarus Jehamat; Imelda Nahak; Balkis S. Tanof
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.19859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi ruang sosial dan tata kelola kawasan permukiman mahasiswa di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lurah, ketua RT, pemilik rumah kos, pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta mahasiswa pendatang. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menggunakan perspektif Produksi Ruang Henri Lefebvre, konsep tata kelola (governance), dan Teori Praktik Keseharian Michel de Certeau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah mahasiswa mendorong transformasi ruang permukiman melalui berkembangnya rumah kos dan berbagai usaha pendukung yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Namun, pertumbuhan tersebut juga memunculkan persoalan lingkungan, perubahan hubungan sosial, serta lemahnya pendataan penduduk nonpermanen akibat belum optimalnya koordinasi antara pemerintah, perangkat RT/RW, pemilik rumah kos, dan mahasiswa. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan kawasan lebih banyak ditopang oleh mekanisme informal melalui aturan rumah kos, komunikasi berbasis komunitas, dan peran tokoh agama dalam menjaga keteraturan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kawasan permukiman mahasiswa memerlukan tata kelola yang kolaboratif melalui penguatan koordinasi antaraktor, pendataan penduduk nonpermanen, dan perencanaan ruang yang adaptif untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kohesi sosial.