p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Lasarus Jehamat
Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studentification dan Tata Kelola Ruang Sosial di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang Chelsy M. Mauko; Densiana T. D. Duru; Adrianus D. Julio; Hildegardis C. Quintao; Alga P. N. Pelle; Elviana Binabu; Febrianti Leba Ludji; Lasarus Jehamat; Imelda Nahak; Balkis S. Tanof
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.19859

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi ruang sosial dan tata kelola kawasan permukiman mahasiswa di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lurah, ketua RT, pemilik rumah kos, pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta mahasiswa pendatang. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menggunakan perspektif Produksi Ruang Henri Lefebvre, konsep tata kelola (governance), dan Teori Praktik Keseharian Michel de Certeau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah mahasiswa mendorong transformasi ruang permukiman melalui berkembangnya rumah kos dan berbagai usaha pendukung yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Namun, pertumbuhan tersebut juga memunculkan persoalan lingkungan, perubahan hubungan sosial, serta lemahnya pendataan penduduk nonpermanen akibat belum optimalnya koordinasi antara pemerintah, perangkat RT/RW, pemilik rumah kos, dan mahasiswa. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan kawasan lebih banyak ditopang oleh mekanisme informal melalui aturan rumah kos, komunikasi berbasis komunitas, dan peran tokoh agama dalam menjaga keteraturan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kawasan permukiman mahasiswa memerlukan tata kelola yang kolaboratif melalui penguatan koordinasi antaraktor, pendataan penduduk nonpermanen, dan perencanaan ruang yang adaptif untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kohesi sosial.
Representasi Identitas Sosial dalam Karya Seni “Lamafa dan Vandalisme” dari Lezart Abul Reza As Syahid; Lasarus Jehamat; Hotlif A. Nope; Imanta I. Perangin Angin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk repesentasi identitas sosial dalam karya seni lukis Lamafa dan Vandalisme karya Lezart melalui kajian sosiologi kontemporer. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya identitas budaya lokal masyarakat Lamalera, khususnya tradisi Leva Nuang dan figur Lamafa yang mengalami konstruksi makna di tengah arus modernitas dan globalisasi, Karya seni bukan hanya sekedar objek estetika, melainkan juga sebagai media representasi sosial yang memproduksi makna identitas budaya dan pengalaman kolektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Lezart sebagai informan utama dan Dr. Drs. Blajan Konradus M.A. sebagai informan pendukung. Analisis hasil penelitian menggunakan teori representasi dari Stuart Hall yang memandang representasi sebagai proses konstruksi makna melalui simbol dan praktik budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa karya seni Lamafa dan Vandalisme merepresentasikan identitas sosial melalui figur Lamafa sebagai identitas budaya masyarakat Lamalera dan unsur vandalisme sebagai representasi identitas kelompok street art dan graffiti. Karya ini juga menunjukan bagaimana identitas sosial dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dimaknai kembali melalui bahasa visual seni kontemporer di tengah perubahan sosial modern. Dengan demikian, karya seni dari Lezart ini dipahami sebagai teks sosial yang merepresentasikan hubungan anatara tradisi lokal, identitas sosial, dan modernitas.