Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Portofolio dan Investasi Muammar Khaddafi; Khairatun Nabila; Setiani Lase; Syakira Fahrani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan investasi tidak dapat dipisahkan dari pertanyaan mendasar mengenai bagaimana mengalokasikan dana pada berbagai jenis aset guna memperoleh keseimbangan yang optimal antara return yang diharapkan dan risiko yang ditanggung. Teori portofolio modern (Modern Portfolio Theory) yang pertama kali diperkenalkan oleh Markowitz memberikan kerangka kuantitatif untuk menyusun portofolio yang efisien melalui prinsip diversifikasi, sehingga risiko tidak sistematis dapat diminimalkan tanpa mengorbankan return yang diharapkan. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam konsep analisis portofolio dan pengambilan keputusan investasi melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) yang mensintesis berbagai landasan teoretis dan penelitian empiris terdahulu, mencakup kerangka mean-variance Markowitz, Capital Asset Pricing Model (CAPM), teori pasar efisien, serta pertimbangan perilaku dalam penyusunan portofolio. Hasil sintesis menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio secara umum menurunkan volatilitas return investasi, meskipun besarnya penurunan risiko tersebut bergantung pada korelasi antaraset, jumlah sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, serta karakteristik pasar modal tempat portofolio tersebut dibentuk. Studi ini juga menemukan bahwa penerapan praktis teori portofolio di pasar modal Indonesia menghadapi tantangan tertentu terkait ketersediaan data, likuiditas pasar, dan perilaku investor. Implikasi dari kajian ini penting bagi investor individu dalam menyusun portofolio yang terdiversifikasi, bagi manajer investasi dalam merumuskan strategi alokasi aset, serta bagi regulator dalam mengembangkan ekosistem pasar modal yang mendukung pengambilan keputusan portofolio yang tepat.
Pengolahan dan Analisis Data Penelitian pada Era Digital: Konsep, Proses, Metode, dan Penggunaan Perangkat Lunak Muammar Khaddafi; Rika Sania Putri; Cut Mauliza; Syakira Fahrani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan dan analisis data menjadi bagian yang sangat menentukan dalam kegiatan penelitian karena kedua proses tersebut berpengaruh terhadap mutu informasi yang diperoleh dan ketepatan kesimpulan penelitian. Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam pengelolaan data, mulai dari pengumpulan dan penyusunan data, pemberian kode, pengujian, visualisasi, sampai pada proses penafsiran hasil. Artikel ini bertujuan menguraikan secara menyeluruh mengenai konsep pengolahan dan analisis data penelitian, karakteristik pendekatan kuantitatif dan kualitatif, tahapan analisis, penentuan metode berdasarkan jenis data, serta penggunaan aplikasi seperti SPSS, ATLAS.ti, dan Dedoose. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan menelaah buku, artikel jurnal, serta berbagai sumber akademik yang relevan. Informasi yang diperoleh dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, sintesis, dan interpretasi. Hasil kajian memperlihatkan bahwa pengolahan data yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis dalam mengoperasikan perangkat lunak. Peneliti juga harus memahami rancangan penelitian, karakteristik data, mutu instrumen, metode analisis, validitas, reliabilitas, dan prinsip etika penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, aplikasi statistik dapat membantu proses analisis deskriptif dan inferensial secara lebih terstruktur. Sementara itu, dalam penelitian kualitatif, aplikasi berbasis coding dapat digunakan untuk menata data, mengenali pola, membentuk kategori, dan membantu proses interpretasi. Oleh karena itu, teknologi seharusnya ditempatkan sebagai sarana pendukung analisis, bukan sebagai pengganti kemampuan metodologis dan kemampuan berpikir ilmiah peneliti.