Pengambilan keputusan investasi tidak dapat dipisahkan dari pertanyaan mendasar mengenai bagaimana mengalokasikan dana pada berbagai jenis aset guna memperoleh keseimbangan yang optimal antara return yang diharapkan dan risiko yang ditanggung. Teori portofolio modern (Modern Portfolio Theory) yang pertama kali diperkenalkan oleh Markowitz memberikan kerangka kuantitatif untuk menyusun portofolio yang efisien melalui prinsip diversifikasi, sehingga risiko tidak sistematis dapat diminimalkan tanpa mengorbankan return yang diharapkan. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam konsep analisis portofolio dan pengambilan keputusan investasi melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) yang mensintesis berbagai landasan teoretis dan penelitian empiris terdahulu, mencakup kerangka mean-variance Markowitz, Capital Asset Pricing Model (CAPM), teori pasar efisien, serta pertimbangan perilaku dalam penyusunan portofolio. Hasil sintesis menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio secara umum menurunkan volatilitas return investasi, meskipun besarnya penurunan risiko tersebut bergantung pada korelasi antaraset, jumlah sekuritas yang dimasukkan ke dalam portofolio, serta karakteristik pasar modal tempat portofolio tersebut dibentuk. Studi ini juga menemukan bahwa penerapan praktis teori portofolio di pasar modal Indonesia menghadapi tantangan tertentu terkait ketersediaan data, likuiditas pasar, dan perilaku investor. Implikasi dari kajian ini penting bagi investor individu dalam menyusun portofolio yang terdiversifikasi, bagi manajer investasi dalam merumuskan strategi alokasi aset, serta bagi regulator dalam mengembangkan ekosistem pasar modal yang mendukung pengambilan keputusan portofolio yang tepat.