Indah Fitrianingrum
STIKes Surya Global Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular seksual pada remaja di Dukuh Kepuhwetan RT. o7 Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta: Health education on sexually transmitted diseases for adolescents in Dukuh Kepuhwetan RT 07 Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta Pipin Nurhayati; Supriyadi; Indah Fitrianingrum; Riri Amalia
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.36

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan salah satu dari sepuluh penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda laki-laki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan di negara berkembang. Kurangnya penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah dan badan-badan kesehatan lainya dan tidak adanya mata pelajaran yang secara khusus yang mengajarkan dan memberikan informasi bagi siswa remaja, juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka kejadian penyakit menular seksual di kalangan remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual (PMS) pada remaja Kepuhwetan RT.07 Wirokerten Banguntapan Bantul melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Masjid Kepuhwetan RT 07 pada 16 Maret 2024 dengan melibatkan 33 remaja. Metode yang digunakan meliputi ceramah, sesi tanya jawab, dan pembagian leaflet. Pretest dan posttest dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Dalam kegiatan ini remaja antusias mengikuti hal ini dibuktikan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan didapatkan skor cukup sebanyak 14 peserta (42%) dan skor pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 21 peserta (64%), artinya terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Simpulan: Penyuluhan kesehatan terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual.
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit tidak menular (PTM) pada remaja di Dukuh Kepuhwetan RT. 07 Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta: Health education on non-communicable diseases for adolescents in Dukuh Kepuhwetan RT 07 Wirokerten Banguntapan Bantul Yogyakarta Supriyadi; Debby Yulianthi Maria; Indah Fitrianingrum; Riri Amalia
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.37

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) berkaitan dengan perubahan gaya hidup, pertumbuhan populasi, dan peningkatan harapan hidup. Faktor risiko utama meliputi merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Edukasi kepada remaja mengenai penyakit tidak menular sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan.. Tujuan: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit tidak menular melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Masjid Kepuhwetan RT 07 pada Februari 2024 dengan melibatkan 33 remaja. Metode yang digunakan meliputi ceramah, sesi tanya jawab, dan pembagian leaflet. Pretest dan posttest dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Sebelum edukasi kesehatan, 55% peserta memiliki pengetahuan cukup tentang PTM, yang meningkat menjadi 60% dengan pengetahuan baik setelahnya. Peserta terdiri dari 14 laki-laki (47%) dan 19 perempuan (57%). Simpulan: Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit tidak menular, dengan metode ceramah, sesi tanya jawab, dan pembagian leaflet yang berhasil diterapkan.