Zietha Arlamanda Asri
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Perempuan Dalam Terjemahan Film Barbie and Three Musketeers Nur Apriliyana Fitriyaningsih; Misyi Gusthini; Zietha Arlamanda Asri
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1380

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam terjemahan film Barbie and The Three Musketeer menggunakan pendekatan teori representasi Stuart Hall (1997) dan Teori penerjemahan Lawrence Venuti (1995). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perempuan direpresentasikan dalam film baik versi asli maupun dalam terjemahan takarir bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis pada delapan data dialog terpilih dalam film. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan sebagai perempuan yang kuat, cerdas, dan mampu menembus batas-batas sosial peran gender yang umumnya didominasi oleh laki-laki dan strategi penerjemahan yang dominan adalah domestikasi, yang meskipun memudahkan pemahaman audiens lokal, cenderung mengurangi kekuatan pesan resistensi dan pemberdayaan perempuan yang ada dalam bahasa sumber. Beberapa makna simbolik dan nada kritik mengalami pelemahan, yang berdampak pada perubahan makna ideologis. Temuan ini menegaskan bahwa penerjemahan tidak hanya berfungsi sebagai pengalih bahasa, tetapi juga sebagai praktik representasi yang sarat nilai dan ideologi.
OPPENHEIMER (2023) BIOPIC: PERFORMING ACTING OUT, SEEKING WORKING THROUGH Sevtia Nanda; Uci Elly Kholidah; Zietha Arlamanda Asri
PARADIGM: Journal of Language and Literary Studies Vol 9, No 1 (2026): Paradigm: Journal of Language and Literary Studies
Publisher : Department of English Literature, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/prdg.v9i1.41381

Abstract

Mental health and trauma now dominate social discourse as well as contemporary cinema, reflecting a growing collective awareness of post-war historical wounds. This study examines the representation of J. Robert Oppenheimer’s traumatic experiences in the film Oppenheimer (2023) and assesses how that cinematic narrative aligns with selected biographical records. The analysis draws on Cathy Caruth’s concepts of belatedness and repetition compulsion and is complemented by Dominick LaCapra’s distinction between acting out and working through. Using a biographical approach, trauma-related moments identified in the film script are juxtaposed with historical documents in Robert Oppenheimer, Letters and Recollections. The findings identify 59 trauma-related instances: 32 cases (54%) reflect acting out, while 27 cases (46%) reflect working through. In the film, trauma is primarily conveyed through psychological disturbances and the intrusion of subconscious memories. In contrast, the biographical documents portray a more structured and sustained pattern of reconciliation, in which working through appears more dominant.