Nurfithri Nurfithri
Politeknik Pajajaran ICB Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mempertahankan Ruh Puisi: Peran Bahasa Figuratif Dalam Terjemahan Lintas Budaya Puisi “Dulce Et Decorum Est” Karya Wilfred Owen Annisa Dwi Utami; Nurfithri Nurfithri
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1609

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan-tantangan yang mempertahankan "ruh puisi" dalam penerjemahan lintas budaya puisi Dulce et Decorum Est karya Wilfred Owen, dengan fokus pada bahasa figuratif sebagai penyampai kritik anti-perang. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, hermeneutik dan stilistika, penelitian ini menganalisis penerjemahan metafora, simile, personifikasi, dan ironi puisi perang Owen ke bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kesetiaan struktural tercapai, kesenjangan budaya dan nuansa linguistik menyulitkan pelestarian kedalaman emosional dan pesan ideologis. Penelitian ini membuktikan bahwa terjemahan efektif memerlukan strategi hibrid—menyeimbangkan foreignisasi (untuk konteks sejarah) dan domestikasi (untuk keterbacaan). Tantangan utama mencakup penyampaian ironi Latin "Dulce et decorum est pro patria mori" dan citra perang visceral "bersepatu darah" bagi pembaca Indonesia. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerjemahan puisi adalah tindakan interpretatif yang memadukan presisi linguistik dan empati budaya, dengan implikasi bagi penerjemahan sastra traumatis lintas batas.
An Analysis of Meaning Equivalence in the Translation of English Idioms into Indonesian in the Novel Harry Potter and the Sorcerer’s Stone Indah Retno Sari; Nurfithri Nurfithri
Anthroposia: Journal of Social and Human Development Vol. 1 No. 2 (2026): June: Anthroposia: Journal of Social and Human Development
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/jkkfj321

Abstract

This study examines meaning equivalence in the translation of English idiomatic expressions into Indonesian in Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. The research focuses on identifying idiomatic expressions, analyzing the translation strategies employed, and evaluating the extent to which meaning equivalence is achieved in the Indonesian version, Harry Potter dan Batu Bertuah. A qualitative descriptive approach was adopted using comparative textual analysis and content analysis. Data were collected through close reading of the source and target texts, followed by the identification and classification of idiomatic expressions and their translations. The findings reveal that translation by paraphrase is the most frequently employed strategy, particularly when direct idiomatic equivalents are unavailable in the target language. Cultural substitution and the use of expressions with similar meaning but dissimilar form are also utilized to maintain communicative effectiveness and cultural acceptability. The results indicate that the translator consistently prioritizes dynamic and pragmatic equivalence, enabling the translated text to preserve meaning, readability, and narrative impact while remaining natural for Indonesian readers.  
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Excel dan Canva Dasar untuk Meningkatkan Keterampilan dan Pemasaran pada Komunitas Spesial di Yayasan Budaya Individu Spesial : Pengabdian Nur Azizah; Octaviani Ratna Sari Santoso; Nurfithri Nurfithri; Fransiska Wuri Wulandari; Dyah Bayu Framesthi; Delia Subrayantii
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5639

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan digital merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung kemandirian dan daya saing komunitas spesial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengoperasikan Microsoft Excel dan Canva dasar sebagai sarana pengelolaan data serta media pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Budaya Individu Spesial dengan melibatkan anggota komunitas sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi hasil pembelajaran. Materi pelatihan mencakup pengenalan fitur dasar Excel untuk pencatatan dan pengolahan data, serta penggunaan Canva untuk pembuatan konten promosi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan kedua aplikasi tersebut, yang berdampak pada meningkatnya kemampuan pengelolaan administrasi dan pemasaran produk secara digital. Selain itu, peserta menjadi lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial. Dengan demikian, pelatihan Excel dan Canva dasar terbukti efektif sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan potensi pemasaran pada komunitas spesial di Yayasan Budaya Individu Spesial.
A Pragmatic Analysis of Politeness Strategies Employed by English-Speaking Influencers in Responding to Public Conflicts on Instagram and X Basma Fathimah Az-Zahra; Nurfithri Nurfithri
Literaturia: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol. 1 No. 2 (2026): October
Publisher : Lembaga Pengembangan Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/literaturia.v1i2.5469

Abstract

This study investigates the politeness strategies employed by English-speaking influencers when responding to public conflicts on Instagram and X. Using a qualitative digital discourse analysis, the study examined 180 public posts and related responses produced by 12 influencers between January 2022 and December 2024. The data were classified according to Brown and Levinson’s framework into positive politeness, negative politeness, off-record, and bald-on-record strategies, while the analysis also considered platform affordances and sociopragmatic factors. The findings show that positive politeness was the most frequently used strategy, accounting for 42.3% of the data, followed by off-record strategies at 28.9%, negative politeness at 18.6%, and bald-on-record strategies at 10.2%. Instagram tended to support more elaborated, emotionally framed, and community-oriented responses, whereas X encouraged more concise, direct, and publicly contested communication. Strategy selection was influenced by social distance, relative power, the seriousness of the conflict, audience expectations, and reputational risk. The study concludes that politeness in influencer conflict responses functions not merely as linguistic courtesy but as a strategic resource for face management, identity negotiation, trust restoration, and digital reputation repair.