Abu Bakar
Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Signifikansi Gramatika Arab dalam Menginterpretasikan Al-Qur’an: Tinjauan Ilmu Nahwu, Ilmu Sharaf, dan Ilmu Balaghah Muhammad Rifqi Ridho; Abu Bakar
Al-Mazaya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al Qur’an kaya akan struktur sintaksis, morfologi, dan keindahan retorika, sayangnya penguasaan aspek linguistik khususnya nahwu, sharaf dan balaghah sering kali di abaikan dalam tafsir kontemporer dan berpotensi menimbulkan kekeliruan dan ketidaktepatan makna. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan secara sistematis dan tematis kontribusi nahwu, sharaf, dan balaghah sebagai unsur pokok gramatikal Arab dalam menafsirkan ayat‑ayat Al‑Qur’an, serta membuktikan pengaruh signifikan terhadap kualitas pemahaman Al Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbasis penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif‑deskriptif. Data diambil dari ayat‑ayat Al‑Qur’an yang bernuansa kebahasaan dan ditafsirkan melalui pendekatan linguistik klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan secara tematik dalam tiga bagian: struktur sintaksis kalimat (nahwu), struktur morfologis kata (sharaf), dan struktur retorika bahasa (balaghah). Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) analisis nahwu yang mendalam mampu mencegah kesalahpahaman dalam penafsiran Al Qur’an seperti pada QS. Fāṭir:28, QS Al Fatihah:2. (2) analisis sharaf berperan menjelaskan nuansa temporal (kejelasan waktu), pelaku, dan bentuk abstrak kata seperti bentuk fi‘il mudhāri‘ dalam QS. Fatir: 28, QS Al Baqarah:2, QS AL Fatihah:3, dan (3) analisis balaghah membantu memperluas pemahaman makna implisit tafsir dan memberikan kontribusi kuat terhadap internalisasi pesan spiritual dan moral Al Qur’an seabgaimana dalam QS. Fatir: 28. QS. Al Baqarah: 2. Al Fatihah: 5 dan Al Baqarah: 187. Dengan demikian, nahwu, sharaf, dan balaghah menjadi kesatuan fondasi tafsir Al Qur’an yang menghasilkan pemahaman terhadap Al Qur’an yang lebih tepat, mendalam, dan kontekstual.