Optimalisasi kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) penting untuk meningkatkan keberhasilan pembenihan. Salah satu pendekatan yang berpotensi dilakukan adalah pengayaan pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) melalui perendaman menggunakan larutan tepung kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan lama perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan lama perendaman dan tiga ulangan, yaitu P1 (30 menit), P2 (35 menit), P3 (40 menit), P4 (45 menit), dan P5 (50 menit). Benih ikan baung berumur 14 hari (berat awal rata-rata 0,09 g/ekor; panjang 0,7 cm/ekor) dipelihara selama masa penelitian dan diberi pakan cacing sutera yang telah direndam sesuai perlakuan. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit berpengaruh sangat nyata terhadap kelulushidupan, pertumbuhan berat dan panjang, laju pertumbuhan harian, serta konversi pakan benih ikan baung. Perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman 40 menit (P3), dengan kelulushidupan 98,67%, pertumbuhan berat mutlak 0,44 g, pertumbuhan panjang mutlak 3,47 cm, laju pertumbuhan harian 2,08%, dan konversi pakan 3,73. Disimpulkan bahwa perendaman cacing sutera dalam larutan tepung kunyit selama 40 menit merupakan perlakuan paling efektif untuk meningkatkan kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung.