Vicky Rahmad Rhomadhan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pakan Bekicot (Achatina fulica) dengan Dosis Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Vicky Rahmad Rhomadhan; T. Iskandar Johan; Muhammad Hasby; Hisra Melati; Febry Ferdiyanto Purba
Jurnal Dinamika Akuakultur Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Dinamika Akuakultur Edisi November 2025
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jda.2025.vol1(2).26596

Abstract

Pemanfaatan sumber pakan hewani alternatif yang mudah diperoleh berpotensi mendukung efisiensi budidaya benih ikan gabus (Channa striata), salah satunya melalui penggunaan bekicot (Achatina fulica). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan bekicot pada dosis berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan gabus. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Balai Benih Ikan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), P4 (20%), dan P5 (25%) dari bobot ikan uji. Benih ikan gabus yang digunakan berumur 50 hari setelah kuning telur habis. Parameter yang diamati meliputi kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan, serta kualitas air. Hasil menunjukkan kelulushidupan tertinggi diperoleh pada P2 dan P3 (100%) dan terendah pada P5 (90%). Pertumbuhan terbaik secara umum dicapai pada P2, dengan pertumbuhan berat mutlak 1,59 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,61 cm, dan laju pertumbuhan harian 5,30%. Nilai konversi pakan terbaik diperoleh pada P1 (0,92). Selama pemeliharaan, kualitas air berada pada kisaran suhu 26–31°C, pH 5–6, oksigen terlarut 3,8–6,2 mg/L, dan amonia 0,07–5,48 mg/L. Disimpulkan bahwa pemberian pakan bekicot pada dosis 10–15% efektif menghasilkan kelulushidupan maksimum, sedangkan dosis 10% memberikan performa pertumbuhan terbaik pada kondisi penelitian.